rilis-bumn

Arus Balik Lebaran 2026 Terkendali, ASDP Catat 60 Persen Pemudik Telah Menyeberang dari Sumatera ke Jawa

Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:40 WIB
Arus balik Sumatera–Jawa ramai namun terkendali, ASDP catat 60 persen pemudik telah kembali dari Sumatera ke Jawa. (Dok. ASDP)

Kabar BUMN - Di tengah dinamika arus balik Angkutan Lebaran 2026, pergerakan pemudik dari Sumatera menuju Jawa tetap menunjukkan intensitas tinggi namun dalam kondisi yang terkendali.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan berjalan optimal demi menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebutkan bahwa pola arus balik tahun ini cenderung lebih merata.

Baca Juga: Menara Pandang Tele, Spot Terbaik Nikmati Danau Toba dari Ketinggian

Kondisi ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional, khususnya di lintasan utama penyeberangan.

“Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan.

"Dukungan kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak sangat menentukan keberhasilan layanan penyeberangan,” ujarnya.

Baca Juga: WSBP Catat Pendapatan Rp1,57 Triliun, Segmen Beton Precast Jadi Andalan

Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah kumulatif penumpang yang kembali ke Jawa sejak 22 hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+5) mencapai 543.440 orang.

Angka ini setara dengan sekitar 60 persen dari total 898.864 pemudik yang berangkat dari Jawa saat periode arus mudik (H-10 hingga H).

Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 144.039 unit atau sekitar 60 persen dari total 239.920 unit kendaraan saat masa mudik.

Baca Juga: Cara Mudah Berinteraksi dengan Warga Lokal Ketika Traveling ke Luar Negeri

Data tersebut menunjukkan masih ada sekitar 40 persen pemudik yang diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP terus memperkuat kesiapan operasional dengan strategi adaptif berbasis kondisi lapangan.

Halaman:

Tags

Terkini