Sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan kerja, SIG menjalankan Visible Safety Leadership (VSL).
Baca Juga: Perkuat Integritas, Pelindo Multi Terminal Gelar Pelatihan Anti Suap Berstandar ISO 37001:2025
Program ini menekankan keterlibatan aktif jajaran manajemen yang turun langsung ke lapangan untuk berdialog, melakukan observasi, serta memberikan intervensi konstruktif saat ditemukan kondisi atau tindakan yang tidak aman.
Langkah tersebut kemudian ditingkatkan melalui transformasi menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL).
Melalui pendekatan ini, kepemimpinan keselamatan tidak hanya terlihat secara nyata, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja. Tujuannya adalah membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Baca Juga: 7 Pekerjaan Bergaji Fantastis Ini hanya Butuh Ijazah SMA, Peluang Karier Menjanjikan
Penguatan penerapan K3 juga dilakukan melalui berbagai inisiatif lain, seperti penguatan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang lebih implementatif melalui New CLSR: Safety Golden Rules dan CLSR IP.
Selain itu, SIG melakukan standarisasi pedoman SMK3 dan prosedur Health & Safety, standarisasi praktik K3, program Safety Academy, serta pelaporan K3 melalui aplikasi SHESIG bagi seluruh Insan SIG Group.
Program lainnya mencakup pelaksanaan SHE Leader’s Talk melalui webinar dan penerapan CSMS (Contractor Safety Management System) kepada seluruh kontraktor.
Baca Juga: PFN Buka Lowongan Magang Desain Grafis untuk Mahasiswa DKV, Simak Kualifikasi dan Cara Daftarnya
Vita Mahreyni menambahkan bahwa budaya K3 berawal dari kesadaran bersama bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab setiap individu.
Ia menilai pencapaian sepanjang 2025 menjadi dorongan bagi SIG untuk meningkatkan safety maturity atau kemampuan dalam mengelola risiko keselamatan ke tingkat yang lebih tinggi.
“SIG berkomitmen untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama pada setiap tahapan operasi di semua level organisasi dalam Perusahaan yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), tetapi juga memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif,” ujar Vita Mahreyni.
Baca Juga: BULOG Tegaskan Isu Dirut Jadi KABAIS TNI Hoaks, Imbau Publik Waspada Disinformasi
SIG atau PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 51%.