rilis-bumn

Pertamina NRE dan USGBC Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Bioetanol Nasional

Jumat, 3 April 2026 | 14:30 WIB
Pertamina NRE dan USGBC tanda tangan MoU pengembangan bioetanol dan kesiapan implementasi bahan bakar E10 di Indonesia pada Jumat (27/3). (Dok. Pertamina NRE)

Selain itu, kerja sama juga meliputi pelatihan teknis, pertukaran tenaga ahli, serta penyelenggaraan forum diskusi dan lokakarya untuk berbagi praktik terbaik global.

Baca Juga: Libur Paskah 2026 sampai Kapan? Catat Tanggalnya!

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mempercepat transisi energi melalui kemitraan strategis berbasis pengetahuan.

“Pertamina NRE memandang kolaborasi ini sebagai platform untuk memperkuat kapabilitas teknis dan institusional melalui knowledge exchange yang terstruktur.

"Dengan mengedepankan studi bersama, pelatihan, serta pertukaran keahlian, kami optimistis dapat mempercepat pengembangan ekosistem bioetanol yang adaptif dan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap John.

Baca Juga: Ini Rangkaian Perayaan Paskah di Vatikan, Berlangsung Selama Seminggu Penuh

Kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan kapasitas dalam negeri melalui adopsi teknologi, optimalisasi operasional, serta peningkatan pemahaman terkait pengelolaan produksi dan diversifikasi bahan baku bioetanol.

Di sisi lain, kedua pihak akan memfasilitasi dialog dan pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan pasar, kerangka keberlanjutan, serta strategi komunikasi publik guna mendukung implementasi bahan bakar berbasis campuran etanol.

Chairman USGBC, Mark Wilson, menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi berorientasi pada aksi nyata.

Baca Juga: Produksi dan Penjualan PTBA Meningkat di Tengah Dinamika Harga Global 2025

“MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi.

"Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol,” ujar Mark.***

Halaman:

Tags

Terkini