rilis-bumn

Lima Strategi Pertamina Jaga Ketahanan Energi di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Jumat, 10 April 2026 | 06:00 WIB
Pertamina siapkan lima strategi utama dalam RKAP 2026 untuk hadapi tekanan geopolitik dan jaga ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina)

Keempat, membangun organisasi yang lebih adaptif dalam merespons perubahan.

Baca Juga: Komitmen Berkelanjutan, PT TIMAH Perluas Program Pemberdayaan dari Pendidikan hingga Lingkungan

Dan kelima, terus mendorong inovasi sebagai kebutuhan utama dalam menghadapi dinamika industri energi.

Lebih lanjut, Simon mengungkapkan bahwa Pertamina berupaya mengubah tantangan geopolitik menjadi peluang bisnis.

Salah satunya melalui peningkatan efisiensi serta optimalisasi operasional, termasuk peningkatan utilisasi kilang.

Baca Juga: Layani 652 Ribu Penumpang, PELNI Tutup Angkutan Lebaran 2026 Melampaui Proyeksi

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan volume penjualan produk energi berkualitas.

“Di tengah gejolak global yang semakin kompleks, peran Pertamina sebagai Soko Guru Energi atau penopang ketahanan energi nasional menjadi semakin penting.

"Eksistensi Pertamina di tahun 2026 bukan hanya tentang pertumbuhan. Ini tentang ketahanan, keandalan, dan kedaulatan energi nasional, karena itu Pertamina tidak bisa bekerja biasa-biasa saja,” tegasnya.

Baca Juga: 46 Tahun SCU, Perkuat Inovasi Berkelanjutan pada Solusi Warehouse Data Management dan ICT

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menambahkan bahwa ketahanan energi tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Dalam jangka pendek, Pertamina berkomitmen untuk menjaga pasokan energi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Kondisi yang saat ini terjadi bukan situasi normal. Ini "stress test" bagi Pertamina, sehingga respon Pertamina tidak boleh biasa-biasa saja. Pertamina harus bekerja over-maksimal," tutup Mochamad Iriawan.***

Halaman:

Tags

Terkini