Bahkan, pada periode tersebut, volume penjualan semen kantong melonjak 5,7% yoy, jauh melampaui pertumbuhan pasar yang hanya mencapai 2% yoy.
Baca Juga: PHE Perluas Eksplorasi, PSC Wilayah Kerja Lavender Resmi Diteken
Selain pasar domestik, kinerja ekspor juga menjadi penopang penting di tengah melemahnya permintaan dalam negeri.
Volume ekspor SIG meningkat signifikan sebesar 14,9% yoy hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.
Momentum positif ini berlanjut hingga awal 2026.
Dalam dua bulan pertama tahun ini, SIG berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan domestik sebesar 9,7%, dengan segmen semen kantong menjadi pendorong utama melalui pertumbuhan 14,6%.
Indrieffouny Indra menilai capaian di awal tahun ini menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk menghadapi 2026 sekaligus memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan strategi transformasi.
Strategi tersebut mencakup penguatan model bisnis semen, peningkatan efisiensi biaya, percepatan pengembangan ekosistem bisnis derivatif dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan kualitas sumber daya perusahaan.
”Kami yakin bahwa SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan,” ujar Indrieffouny Indra.***