Di bidang pengelolaan limbah, Telkom menargetkan pengurangan sampah minimal 70% serta optimalisasi pengelolaan limbah serat optik. Strategi ini menjadi bagian dari langkah sistematis perusahaan dalam menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menambahkan, keberhasilan transformasi hijau tidak hanya ditentukan oleh investasi besar, tetapi juga konsistensi langkah yang dilakukan bersama.
Baca Juga: Selepas Kandas, KMP Ferrindo 5 Siap Berlayar Kembali Layani Distribusi Logistik Jawa-Kalimantan
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.
"Karena itu, Telkom akan terus mendorong budaya ramah lingkungan di seluruh lini bisnis, mulai dari perilaku sehari-hari insan TelkomGroup hingga pengelolaan infrastruktur digital.
Melalui inisiatif sustainability GoZero% yang terintegrasi, kami berkomitmen menghadirkan pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pelestarian lingkungan serta memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang,” tutup Gunawan.
Melalui momentum Hari Bumi 2026, Telkom terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan inovasi keberlanjutan.
Upaya ini bertujuan menciptakan nilai tambah tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga masyarakat dan sektor bisnis.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi perusahaan dalam menyediakan konektivitas digital yang andal, inklusif, dan tetap bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.***