Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengalihan sementara lintasan penyeberangan sekaligus membekali keterampilan dalam menciptakan alternatif sumber penghasilan selama masa rehabilitasi berlangsung.
Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Stres Setelah Terkena PHK dan Menganggur
Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk terus produktif, kreatif, dan mampu mengembangkan peluang usaha baru secara berkelanjutan.
Keselamatan Prioritas Utama
General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu menjelaskan, rehabilitasi dermaga yang dimulai pada 1 Mei 2026 turut melibatkan sedikitnya 25 tenaga kerja lokal.
Baca Juga: 74 Tahun Mengarungi Nusantara, Ini Transformasi PELNI untuk Indonesia
Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai optimal dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
“Pengalihan lintasan Siwa–Kolaka ini bersifat sementara sesuai Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AP.201/1/16/DJPD/2026 tanggal 13 Februari 2026. Setelah rehabilitasi rampung, layanan penyeberangan Bajoe–Kolaka akan kembali beroperasi normal,” ujar Anom.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan secara simbolis antara lain Executive Director Regional IV Syamsudin, General Manager ASDP Bajoe Anom Sedayu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Hj. Andi Tenriawaru, Ketua DPRD Komisi III Andi Yusuf, Kepala BPTD Kelas II Sulawesi Selatan Andy Sanjaya, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Baca Juga: GT World Challenge Asia 2026: Aksi Pembalap Elite Siap Guncang Mandalika
Dengan berbagai kesiapan dan langkah yang dilakukan, ASDP berkomitmen memastikan proses rehabilitasi dermaga dan pengalihan lintasan berjalan optimal, sekaligus menjaga keamanan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat selama pekerjaan berlangsung.***