rilis-bumn

Telkom Percepat Transformasi Bisnis, TSR Capai 35,7 Persen pada 2025

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:45 WIB
Telkom mencatat TSR 35,7 persen sepanjang 2025 didukung strategi transformasi TLKM 30 dan penguatan bisnis digital nasional. (Dok. Telkom)

Baca Juga: Catat Jadwalnya! DAMRI Buka Rute Kota Nabire ke Bandara Douw Aturure

Pilar pertama adalah Operational & Service Excellence yang diarahkan untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan disiplin organisasi, membangun budaya kerja unggul, memperbaiki efisiensi proses, hingga meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan.

Pilar kedua berfokus pada Streamlining atau penataan portofolio non-core business agar perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat fokus pada bisnis inti telekomunikasi digital.

Langkah tersebut terlihat melalui proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang kini telah memasuki tahap Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) menuju divestasi penuh pada akhir semester pertama 2026.

Baca Juga: InJourney Hospitality, Pilihan Tepat untuk Akomodasi Sambut Waisak 2026 di Borobudur

Selain berkontribusi terhadap peningkatan dividend stream, Telkom juga sedang merampingkan sejumlah entitas lain yang tidak sejalan dengan core business perusahaan.

Sementara itu, pilar ketiga diarahkan pada upaya Unlock Value melalui penguatan bisnis konektivitas fiber sebagai fondasi infrastruktur digital.

Telkom menjalankan pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada InfraNexia yang ditandai dengan penandatanganan Conditional Spin-off Agreement (CSA) pada Desember 2025.

Baca Juga: Libur Panjang Mei 2026? Cek Promo dan Harga Tiket Ancol Terbaru Sebelum Berangkat

Langkah carve-out tahap pertama ini dilakukan untuk meningkatkan utilisasi aset, memaksimalkan Return on Assets (ROA), sekaligus mempercepat transformasi menuju strategic holding.

Pada pilar keempat, Telkom tengah menjalankan Modus-operandi shift dengan mengubah model operating holding menjadi strategic holding.

Transformasi ini dilakukan melalui delayering guna memperkuat fokus bisnis pada empat segmen Operating Company (OpCo), yakni B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International.

Baca Juga: PT PAL Tegaskan Kemandirian Alutsista Jadi Strategi Penting Hadapi Geopolitik Global

Nantinya, Telkom sebagai strategic holding akan lebih fokus pada sinergi penciptaan nilai dan penguatan tata kelola, sedangkan operasional bisnis akan dijalankan oleh masing-masing OpCo secara lebih terfokus.

Sebagai tindak lanjut agenda total governance reset dari Danantara Indonesia, Telkom juga melakukan penyelarasan kebijakan akuntansi untuk meningkatkan akurasi penyajian laporan keuangan.

Halaman:

Tags

Terkini