Selain itu, TelkomGroup juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX untuk mendukung kebutuhan cloud dan layanan data center yang lebih dekat dengan pengguna.
Pada bisnis menara telekomunikasi dan Fiber-to-the-Tower (FTTT), Mitratel mencatat pendapatan sebesar Rp9,5 triliun.
Baca Juga: Jangan Asal Deal! Ini Hal yang Wajib Dicek pada Instalasi Listrik Sebelum Sewa atau Beli Rumah
Perusahaan tersebut membukukan net income margin sebesar 22,2 persen dan EBITDA margin 82,2 persen dengan rasio jumlah penyewa mencapai 1,57x dari total kepemilikan 40.230 menara telekomunikasi. Capaian ini menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.
Sementara pada bisnis Wholesale & International Service, TelkomGroup mencatat pendapatan sebesar Rp10,7 triliun. Saat ini, Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional guna memperkuat konektivitas global perusahaan.
Pada segmen B2B ICT, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun yang berasal dari bisnis konektivitas, managed solution, dan digital.
Baca Juga: PT SUCOFINDO Buka Lowongan Magang di Divisi Human Capital, Mahasiswa Psikologi Wajib Simak!
Meski terdapat dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah terhadap permintaan solusi korporasi, Telkom tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan bisnis ke depan.
Perusahaan juga terus mendorong inovasi melalui penguatan layanan Connectivity+, Cybersecurity, Artificial Intelligence (AI), serta pengembangan kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global untuk memperkuat kapabilitas digital.
Pertumbuhan bisnis infrastruktur TelkomGroup turut didukung oleh disiplin investasi perusahaan. Pada 2025, belanja modal perseroan mencapai Rp27,5 triliun atau setara 18,8 persen dari total pendapatan.
Baca Juga: Bikin Makin Gerah, Hindari 5 Jenis Pakaian Ini Saat Cuaca Panas
Sebanyak 93 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International, sedangkan sisanya digunakan untuk pengembangan platform digital serta optimalisasi synergy value.
“Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi."
"Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan.
"Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian. ***