Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah penting agar agenda pembangunan daerah dapat berjalan beriringan dengan penguatan konektivitas nasional.
"Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang," ujarnya.
Pengembangan layanan Long Distance Ferry juga menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis ASDP untuk menciptakan sistem logistik yang semakin kompetitif.
Baca Juga: Tips Mengolah Jeroan Kambing Kurban agar Tidak Bau Prengus dan Lebih Nikmat Disantap
Pola distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh dinilai dapat membantu menekan biaya distribusi, mempercepat waktu tempuh logistik, serta meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Yossi menambahkan, langkah tersebut merupakan kontribusi nyata ASDP dalam mendukung arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang semakin efisien dan berdaya saing.
Saat ini, ASDP masih terus memastikan konektivitas wilayah Aceh tetap berjalan melalui tiga lintasan utama penyeberangan, yakni Ulee Lheue–Balohan, Ulee Lheue–Lamteung, dan Ulee Lheue–Serapung.
Baca Juga: Menko AHY Apresiasi Transformasi PT PAL Indonesia Menuju Industri Maritim Berkelas Dunia
Ketiga rute tersebut dilayani oleh armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, serta KMP Papuyu guna menunjang mobilitas masyarakat dan arus logistik.
Selama periode Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh tercatat telah melayani sebanyak 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan di tiga lintasan tersebut.
Data ini menunjukkan pentingnya layanan transportasi penyeberangan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah Aceh.
Baca Juga: Iklim Investasi Positif, ITDC Percepat Pengembangan The Mandalika Jadi Kawasan Wisata Kelas Dunia
“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Yossi menandaskan. ***