rilis-bumn

PKS Sei Tapung Maksimalkan Limbah Sawit Jadi Pupuk Organik dan Energi Ramah Lingkungan

Kamis, 4 Juni 2026 | 19:30 WIB
PKS Sei Tapung optimalkan limbah sawit jadi pupuk organik dan energi terbarukan melalui pemanfaatan tankos hingga biogas ramah lingkungan. (Dok. Perkebunan Nusantara)

Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, terutama ketika harga pupuk mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Salah seorang petani di sekitar wilayah operasional perusahaan, Idang, mengatakan bantuan tankos membantu petani mengurangi biaya perawatan kebun. Selain itu, penggunaan pupuk organik tersebut juga disebut mampu membantu menjaga produktivitas hasil pertanian.

Baca Juga: Magang Teknologi Informasi di Terminal Teluk Lamong Dibuka, Simak Syarat dan Jadwal Pentingnya

“Kami sebagai petani sangat terbantu dengan inisiatif PKS Tapung. Program ini membantu kami mengurangi biaya perawatan kebun. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali dilanjutkan setelah kebutuhan kebun inti perusahaan terpenuhi,” katanya.

Tak hanya fokus pada pengelolaan limbah padat seperti tankos dan abu janjang, Devario menjelaskan bahwa PKS Sei Tapung juga terus memperluas pengelolaan limbah berkelanjutan melalui sektor energi.

Sejak tahun 2023, perusahaan telah mengoperasikan fasilitas Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Co-firing yang memanfaatkan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempelan, Label Bagasi Bisa Selamatkan Koper Kamu

Teknologi tersebut digunakan untuk menghasilkan energi baru terbarukan yang mendukung aktivitas operasional perusahaan.

Fasilitas PTBg Co-firing di Sei Tapung menggunakan teknologi Covered Lagoon atau CIGAR (Covered In-Ground Anaerobic Reactor). Sistem ini berfungsi menangkap gas metana yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah cair pabrik agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai energi.

Kapasitas fasilitas tersebut tercatat mencapai 20.000 meter kubik atau setara dengan 700 Nm³ biogas per jam. Dengan kapasitas tersebut, pemanfaatan limbah cair tidak hanya membantu mengurangi potensi pencemaran, tetapi juga mendukung efisiensi energi perusahaan.

Baca Juga: Telkomsel Kembali Gelar Baktiku Negeriku 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan Desa

Melalui teknologi ini, limbah yang sebelumnya berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.

Upaya tersebut juga sejalan dengan target pemerintah dalam mendukung pencapaian net zero emission melalui pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Prinsip yang kami jalankan adalah bagaimana seluruh produk samping hasil pengolahan sawit dapat dimanfaatkan secara optimal."

Baca Juga: Dari Garut ke Jakarta Rp45 Ribu, KA Cikuray Sudah Angkut 2,2 Juta Penumpang

Halaman:

Tags

Terkini