"Tankos dan abu janjang dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan lahan, sementara limbah cair kami olah menjadi energi terbarukan melalui fasilitas biogas. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan tetapi juga lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Menurut Devario, pendekatan tersebut menjadi bagian dari perubahan menuju industri sawit modern yang menjadikan keberlanjutan sebagai prioritas penting dalam aktivitas operasional perusahaan.
Melalui optimalisasi tankos, abu janjang, serta pengelolaan limbah cair menjadi energi baru terbarukan, PKS Sei Tapung menunjukkan bahwa industri sawit modern tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi.
Lebih dari itu, pengelolaan yang tepat juga mampu menciptakan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional. ***