Baca Juga: Sinergi PTPN V-PTPN XII Kembalikan Legenda
Namun, perusahaan berhasil menjaga ritme operasional dengan sangat baik hingga kondisi harga komoditas berangsur normal.
Selain unggul dari sisi finansial, baru-baru ini PTPN V juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian usai dinilai sukses membantu program pemerintah mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR).
PTPN V menjadi anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero yang memperoleh predikat tersebut.
Beberapa waktu sebelumnya, perusahaan juga didapuk sebagai The Best State Owned Company di penghujung 2022 lalu.
Penghargaan yang merupakan hasil penelitian Badan Riset Infobank tersebut menyatakan PTPN V memiliki rentabilitas dengan return of equity atau ROE sebesar 47,73 persen dan menjadi yang tertinggi se-BUMN.
Baca Juga: PTPN V Gelar Kegiatan Donor Darah di HUT PMI ke-77
Kemudian, PTPN V juga mencatatkan return of asset sebesar 12,62 persen yang juga salah satu yang terbaik di antara perusahaan-perusahaan anak BUMN.
Tak berselang lama, penghargaan serupa dianugerahkan kepada Jatmiko Santosa yang didapuk sebagai Top 100 CEO 2022 karena keberhasilannya mentransformasi PTPN V yang berimbas pada kinerja gemilang perusahaan hingga mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah.
Mantan Direktur ITDC itu mengatakan persistensi, konsistensi, efesiensi, integritas, ketaatan standar operasional prosedur, dan validitas data menjadi resep perusahaan mengarungi tahun yang penuh dengan ketidakpastian.
Selanjutnya, perusahaan turut memberikan ruang sebesar-besarnya kepada seluruh karyawan, terutama generasi muda untuk berinovasi melalui bidang informasi teknologi.
Alhasil, kini beragam inovasi PTPN V baik dari sisi operasional, kemudian program sawit rakyat, dekarbonisasi, digitalisasi NBEX, Millena, Olidos, Intank, menjadi role model bagi anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero.
Baca Juga: PTPN V bersama PLN Perkuat Proyek Strategis Nasional
Sekarang PTPN V tengah menuju perusahaan 4.0, dengan melakukan transformasi digital dalam meningkatkan kapasitas SDM dan budaya perusahaan.
Teknologi yang dimanfaatkan antara lain ERP, geospatial, internet of things, mobile apps, dan artificial intelligence (AI).