Dalam sekali panen, tahun lalu peternakan sapi di bawah manajemen Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tersebut telah mengantongi laba bersih Rp30 juta.
Selain itu, peternakan sapi berikut pengembangan pupuk kotoran sapi yang berdiri di lahan seluas 7 hektare tersebut berpotensi menghasilkan 1.000 liter pupuk hayati per hari.
“Alhamdulillah, pembinaan yang dilakukan manajemen Tandun PTPN V telah membuahkan hasil. Kini ekonomi desa sudah sangat variatif dan berkembang pesat," kata dia.
Baca Juga: Jadi Ajang Seleksi Nasional, 32 Tim Sepak Bola Belia di Riau Rebutkan Piala Direktur PTPN V
Saat ini, terdapat puluhan ekor sapi dengan beragam jenis, mulai dari metal, limosin, brahma, dan juga sapi bali.
Berangkat dari budidaya sapi tersebut, ekonomi desa bergulir dengan cepat.
Kini, terdapat tiga program unggulan desa yang berjalan secara autopilot, yakni budidaya sapi, pengelolaan pupuk hayati, dan ekonomi syariah.
Ekonomi syariah sendiri merupakan program yang diusung dan telah dijalankan desa itu serta mendapat apresiasi langsung oleh Gubernur Riau, Drs H Syamsuar.
"Ekonomi syariah kita kini menjadi rujukan bagi Baznas Kabupaten Kampar. Program itu adalah stimulus bagi UMKM mikro yang kekurangan modal dengan kucuran dana bergilir bergulir tanpa bunga," urainya.
Baca Juga: Ribuan Petani Mitra Peserta PSR PTPN V Segera Panen Perdana
"Sekali lagi kami sangat terbantu dengan pembinaan manajemen Kebun Tandun sehingga pemanfaatan dana desa kami dapat dikelola secara maksimal untuk perekonomian desa," lanjutnya.
Lebih jauh, Manajer Kebun Tandun, Rizki Nurgroho mengapresiasi sinergi dan komitmen Desa Rimba Makmur dalam bersinergi dan tumbuh berkembang bersama PTPN V.
Menurut dia, baik perangkat maupun masyarakat desa memiliki keinginan kuat untuk menjadi desa yang maju melalui kemitraan positif.
"Desa Rimba Makmur adalah contoh kemitraan positif yang terjalin antara perusahaan dengan masyarakat sekitar.