Kabar BUMN - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kembali mencatatkan kinerja positif dalam catatan kerja tahun 2022 lalu.
Kali ini PLN berhasil menurunkan intensitas gangguan kelistrikan pelanggan.
Angka gangguan kelistrikan yang berhasil diturunkan PLN sepanjang tahun 2022 sebesar 25 persen.
Capaian ini diperoleh dari keberhasilan perseroan dalam menurunkan durasi gangguan per pelanggan hingga 27 persen dan frekuensi gangguan per pelanggan hingga 25 persen.
Baca Juga: Jelang Laga Kontra Argentina, Shin Tae-yong Soroti Kondisi Fisik Pemain Timnas Indonesia
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, capaian ini adalah hasil dari transformasi pada sisi layanan pelanggan.
"Dalam situasi pascapandemi kami berhasil menata ulang cara pandang pengembangan bisnis yang dulunya stagnan menjadi dinamis dan forward looking," kata Darmawan.
"Proses bisnis yang tadinya berserak juga sudah kami streamlining sehingga pelayanan pelanggan semakin cepat dan memuaskan," imbuhnya.
Baca Juga: 6 Minuman Penambah Energi Terbaik, Bukan hanya Kopi
Lebih lanjut, Darmawan menjelaskan pada tahun 2022 PLN berhasil menurunkan System Average Interruption Duration Index (SAIDI) atau rata-rata durasi gangguan selama 122,8 menit per pelanggan.
Dari target durasi padam selama 586 menit per pelanggan, PLN sukses menurunkannya menjadi 463,2 menit per pelanggan per tahun.
Di saat yang bersamaan, PLN juga berhasil menekan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) atau rata-rata frekuensi gangguan sebanyak 1,38 kali per pelanggan.
Baca Juga: Buka Giling Tebu di Wilayah Jawa Barat, ID FOOD Optimis Stok Gula Tetap Aman Terkendali