Kabar BUMN - Di tengah gejolak perekonomian dan industri akibat pandemi COVID-19, usaha percetakan dan konveksi pemuda asal Desa Lingga di Kabupaten Muara Enim, Dedy Irawan, justru berkembang pesat.
Dengan mengusung brand Dalgasil, usahanya tersebut sekarang bisa memeroleh omzet hingga miliaran per tahun.
Kesuksesannya itu tidak lepas dari bantuan pinjaman dana PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang ia gunakan untuk membeli tambahan 1 unit mesin digital printing.
Bantuan berupa bimbingan dan pembinaan juga PTBA berikan kepada Dedy pada masa pandemi COVID-19 tersebut.
Kisah Dedy diawali ketika tahun 2016 ia merintis bisnis sablon dan percetakan kecil-kecilan. Modalnya terbatas dan usaha pun dibantu keluarga karena belum mampu merekrut karyawan.
Selama 2 tahun usahanya berjalan, pesanan masih minim dan omzet tidak seberapa. Hingga Dedy menerima bantuan-bantuan dari PTBA tadi.
Baca Juga: Di Tahun Buku 2023 Catatkan Laba Bersih Rp6,1 Triliun, PTBA Bagikan Rp4,6 Triliun Sebagai Dividen
Bantuan tersebut memberikan dampak sangat besar. Di masa pandemi, omzet Dalgasil justru meningkat drastis. "Tidak sampai 2 tahun, dana pinjaman dari PTBA sudah bisa dikembalikan," tuturnya.
Dari awalnya hanya memiliki 2 karyawan, sekarang Dalgasil sudah mempekerjakan 80 orang yang semuanya dari Kabupaten Muara Enim, khususnya Tanjung Enim.
"Mesin digital printing sekarang jumlahnya 15 unit, ada yang untuk cetak banner, merchandise seperti kaos sablon, stiker, tumbler dan kertas. Mesin jahit untuk konveksi ada 50 unit," dia menjelaskan.
Selain itu, Dalgasil yang tadinya hanya ada di Desa Lingga, kini sudah memiliki cabang di Muara Enim dan Kota Bandung.
Penjualannya sudah menembus pasar nasional, mulai dari Bengkulu, Lampung, hingga ke Pulau Kalimantan.