Kabar BUMN - Pandemi COVID-19 yang melanda dunia dari medio 2019 memang membawa banyak perubahan, termasuk kehancuran bagi banyak bisnis dan usaha.
Usaha yang terdampak pandemi tersebut adalah usaha jamur tiram di Desa Keban Agung, Muara Enim, yang dikelola secara rumahan.
Usaha jamur tiram tersebut sempat mati suri selama beberapa waktu, sampai dibangkitkan kembali oleh bantuan dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Baca Juga: PTBA Raih Sertifikasi ISO 50001:2018 Tentang Sistem Manajemen Energi
Usaha Mikro dan Kecil (UMK) jamur tiram ini pun bergabung menjadi mitra binaan PTBA sejak 2020 dan diberi nama Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Jamur.
Ketua SIBA Jamur Rahmawati mengungkapkan kini usaha jamur tiram kian berkembang dan merambah ke produk-produk olahan.
Rahmawati dan kawan-kawan mengolah jamur tiram menjadi stik, keripik, cireng, hingga pangsit jamur.
Baca Juga: PTBA Salurkan 10.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera di Lima Kecamatan
"PTBA membantu pemasaran misalnya melalui pameran, kunjungan tamu perusahaan, dan sebagainya," tuturnya.
Dengan dukungan PTBA, SIBA Jamur melakukan penjualan secara online, yakni melalui media sosial dan aplikasi PaDi UMKM. Hasilnya, omzet SIBA Jamur tumbuh 30 persen sejak 2020.
"Tadinya kita tidak terlalu banyak koneksi. Dengan kita menjadi UMK binaan PTBA, jadi lebih banyak koneksi. Kenaikan omzet kami juga naik sampai 30 persen," jelas Rahmawati.
Baca Juga: Dukung Pertanian Berkelanjutan, PTBA Rampungkan PLTS di Muara Enim
Dia menambahkan, pelatihan rutin diberikan Rumah BUMN Bukit Asam agar SIBA Jamur semakin kompetitif.
Pelatihan ini, dijelaskan Rahmawati, diberikan sesuai kebutuhan, misalnya untuk packaging, managerial dan digital marketing.
PTBA juga membantu SIBA Jamur dalam perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal.
Baca Juga: PTBA Raih Penghargaan Community Involvement & Development Lingkungan di BCOMMS 2024
Awalnya hanya beranggotakan tujuh orang, Rahmawati mengungkapkan, sekarang SIBA Jamur memberdayakan 15 orang. Sebanyak 12 orang di antaranya adalah ibu rumah tangga.
"Harapan ke depan, kami ingin jamur ini menjadi salah satu ikon Tanjung Enim, mendukung Program Tanjung Enim Kota Wisata yang dicanangkan PTBA dan Pemerintah kabupaten Muara Enim," tutupnya.***
Artikel Terkait
Maksimalkan Pengelolaan Sampah TPA di Muara Enim, PTBA Serahkan Bantuan Mesin Pemusnah Sampah Berkapasitas 50-60 Ton
PTBA Borong Penghargaan di Kompetisi Sumatera Fire & Rescue Challenge 2024 di Tanjung Enim
Manfaat Besar Penerapan Digitalisasi Bagi PTBA, Aktivitas Pertambangan Makin Efektif, Penghargaan Pihak Ketiga Diraih
PTBA Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2024
Total Produksi Melampaui Target 41 Juta Ton, PTBA Raih Laba Bersih Rp6,1 Triliun