Tanam 30.000 Mangrove di Pesisir PTBA Dukung Upaya MIND ID Menjaga Kelestarian di Wilayah Operasional

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 11 Juli 2024 | 13:30 WIB
Kawasan ekowisata yang PTBA kembangkan melalui program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi. (DOK. PTBA)
Kawasan ekowisata yang PTBA kembangkan melalui program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi. (DOK. PTBA)

Kabar BUMN - PT Bukit Asam (PTBA) sukses menanam 30.000 pohon mangrove di Desa Sidodadi, Lampung, melalui Program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi.

Penanaman mangrove sebagai bagian upaya anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) ini menjaga ekosistem lingkungan di wilayah operasional bersama Grup MIND ID.

Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf mengatakan Grup MIND ID terus proaktif memastikan seluruh operasional bisnis memegang prinsip keberlanjutan di sektor lingkungan.

Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Raih Penghargaan Bina Mitra UMKM Award 2024, Membanggakan!

Grup MIND ID turut penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan.

“Berbagai program yang dilaksanakan Grup MIND ID berangkat dari komitmen tinggi kepada masyarakat dan lingkungan, termasuk program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi yang dijalankan PTBA,” katanya

Heri menjelaskan, program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi di desa binaan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi ekologis hutan mangrove dalam mencegah abrasi maupun kelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga: Program Eco Agrotomation, Inovasi Sosial Bukit Asam (PTBA) Diapresiasi dalam Anugerah BISRA 2024

Dalam kegiatannya, PTBA telah melaksanakan kegiatan penanaman 30.000 bibit pohon mangrove di luas area 13,21 hektare (Ha) dari target sekitar 25 Ha pada 2025.

Penanaman mangrove yang melibatkan 11.400 orang ini pun berhasil mereduksi emisi sekitar 1.913,60 ton CO2e dan mampu menekan laju peningkatan akresi garis pantai 135 m/tahun.

Selain pelestarian lingkungan, program Mangrove Rangers Cuku Nyinyi juga ditujukan untuk mendukung pengembangan kawasan ekowisata Mangrove Cuku Nyiyi sehingga dapat meningkatkan multiplier effect untuk masyarakat sekitar.

Baca Juga: Lakukan Berbagai Langkah Memperkuat Efisiensi, PTBA Konsisten Mempertahankan Kinerja Positif dan Efektif

Masyarakat turut dilibatkan dalam program mulai dari pengembangan Ekowisata Mangrove Cukuh Nyinyi, edukasi mangrove, ekstrakurikuler mangrove, hingga pemberdayaan UMKM masyarakat dalam kegiatan Bank Sampah Peduli Akan Sampah Sidodadi (PASS).

Saat ini terdapat dua UMKM di desa Sidodadi yakni Kerang Unyu dan UMKM Buana Batik mampu menghasilkan omset puluhan juta per tahun berkat program tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini