“Seiring berjalannya waktu, potensi Kapak Prabu ini tumbuh menjadi kampung ekowisata yang ditandai dengan terbentuknya empat kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Prangat Baru dengan total 152 penerima manfaat,” ungkap Rindoni.
Setelah hampir lima tahun pendampingan dari PHKT, Program Kapak Prabu ini dinilai siap menuju tahap mandiri secara keseluruhan.
Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut Rindoni, memberikan kesempatan kepada produk kopi luwak untuk berkembang sebagai oleh-oleh kopi khas Kalimantan Timur.
Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan strategi branding dan pemasaran produk kopi yang melibatkan entitas seperti asosiasi hotel di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Sampah Menjadi Gas Metana, Inovasi CSR PT Pertamina Hulu Mahakam untuk Mendorong Pemanfaatan EBT
Ke depan, Rindoni berencana membangun sistem pengolahan kopi komunal terpadu dengan mengadopsi pencatatan dari bank sampah.
Sistem ini bertujuan menjaga kualitas mutu biji kopi liberika yang dihasilkan, yaitu dengan sistem pengolahan cherry dan green bean satu tempat di rumah kopi kampung kopi luwak Desa Prangat Baru.
Anggota kelompok petani kopi di sana kini sudah memiliki kemampuan untuk menjadi trainer bagi para petani dari desa lain yang memiliki potensi dan tantangan serupa.
Baca Juga: Kampung Adat Malasigi Raih Peluang di ADWI 2024 Berkat Binaan Pertamina EP Papua
Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan meyakini bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah operasi Perusahaan akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis Perusahaan.
“Oleh karena itu, kami mendukung pengembangan kemandirian masyarakat melalui program-program CSR yang inovatif dan berkelanjutan,” jelas Dony.
Menurut dia, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta pemanfaatan potensi lokal sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat menjadi kunci keberhasilan program CSR perusahaan.
Tidak hanya tentang produk kopi, Dony pun menambahkan bahwa Program Kapak Prabu menerapkan teknologi ramah lingkungan, konservasi satwa, hingga wisata berbasis pendidikan bagi masyarakat untuk melestarikan lingkungan.
Artikel Terkait
Surveyor Indonesia Kembangkan Program Wanasuka Berdaya “Dari Panen Raya Kopi Hingga Gudang Pupuk dan Lakoling”
Perhutani Terima Kunjungan Studi Banding Pengelolaan Tanaman Kopi
Kelompok Usaha Kopi di Bawah Naungan PHE Panen, Hasilnya Kopi Puntang Berkualitas
Gandeng Mitra TJSL, Dahana Resmi Membuka Saung Kopi Dahana untuk Umum
Olah Limbah Kopi Jadi Cuan, Bank Mandiri Wujudkan Mandiri Lingkar Hijau