Dony mengungkapkan, dengan pengembangan menjadi kawasan eduwisata, paradigma masyarakat terhadap luwak juga berubah.
"Kini masyarakat percaya bahwa luwak harus dilindungi kelestariannya karena menghasilkan hubungan yang mutual sekaligus nilai ekonomi tinggi dari biji kopi yang dimakannya,“ tutupnya.***
Artikel Terkait
Surveyor Indonesia Kembangkan Program Wanasuka Berdaya “Dari Panen Raya Kopi Hingga Gudang Pupuk dan Lakoling”
Perhutani Terima Kunjungan Studi Banding Pengelolaan Tanaman Kopi
Kelompok Usaha Kopi di Bawah Naungan PHE Panen, Hasilnya Kopi Puntang Berkualitas
Gandeng Mitra TJSL, Dahana Resmi Membuka Saung Kopi Dahana untuk Umum
Olah Limbah Kopi Jadi Cuan, Bank Mandiri Wujudkan Mandiri Lingkar Hijau