Satwa yang pernah direhabilitasi di PPS ini meliputi beruang madu, burung kakaktua, burung merak, rusa sambar, owa, kukang, serta satwa endemik Bangka Belitung lainnya.
Baca Juga: PT Timah Deteksi Dini Potensi Gangguan Kesehatan Karyawan
PT Timah juga telah membangun sekitar 37 kandang, menara pantau, kantor, klinik, dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan ini.
Endy menekankan bahwa pelepasliaran satwa yang telah direhabilitasi ke habitat aslinya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.
Saat ini, interaksi negatif antara manusia dan satwa, terutama buaya, semakin meningkat akibat rusaknya ekosistem akibat aktivitas tambang ilegal.
Baca Juga: Membangun Pesona Wisata Tanjung Pakdan, PT Timah Serahkan Bantuan Pembuatan Gapura
Beberapa satwa endemik seperti kukang juga sering diserahkan ke PPS karena ekosistem mereka yang terganggu.
Lebih lanjut, Endy menjelaskan bahwa konservasi satwa merupakan upaya penting untuk menjaga keseimbangan alam.
Sejak 2018, PT Timah tetap berkomitmen mendukung PPS Alobi sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
Pada peringatan Hari Hewan Sedunia, Endy mengajak semua pihak untuk turut melestarikan satwa liar dan menjaga ekosistemnya.
"Tantangannya adalah meningkatkan kesadaran bahwa satwa harus dilindungi.
"Ekosistem yang rusak akan berdampak pada kehidupan kita jika terus diabaikan," tutup Endy, seperti dikutip KabarBUMN.com dari timah.com, Minggu (6/10/2024).***
Artikel Terkait
Membangun Pesona Wisata Tanjung Pakdan, PT Timah Serahkan Bantuan Pembuatan Gapura
PT Timah Deteksi Dini Potensi Gangguan Kesehatan Karyawan
Karyawan PT Timah Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Gelar Upacara di Masing-masing Wilayah Operasional
Lahan Bekas Tambang Jadi Rumah Baru Satwa, Kolaborasi PT Timah dan PPS Alobi dalam Rayakan Hari Hewan Sedunia
Mobil Sehat PT Timah Datang ke Bangka Selatan, Warga Desa Pasir Putih: Dokternya Ramah, Pelayanan Bagus..