Kabar BUMN - PT Pupuk Kujang berkomitmen dalam melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) pilar ekonomi, sosial dan lingkungan.
Untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Pupuk Kujang menjalankan program TJSL ini membaginya ke dalam beberapa pilar, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Untuk pilar ekonomi kami menjalankan program Kujang Wanita Tangguh. Pilar sosial ada Kujang Merawat Hutan, Sejahterakan Desa. Lalu, program lingkungan Kampung Iklim Pagadungan Indah,” kata Vice President TJSL PT Pupuk Kujang Agung Gustiawan, di Jakarta, ditulis Senin (7/10/24).
Baca Juga: Kembangkan Pabrik Baru, Pupuk Kujang Sepakati MoU dengan HCML Terkait Pemanfaatan Pipa Cisem
Program Kujang Wanita Tangguh (KUWAT) merupakan program pemberdayaan di bidang konveksi. Penerima manfaat program ini kelompok rentan dari keluarga prasejahtera di Kecamatan Cikampek.
Kelompok rentan di program ini adalah perempuan usia produktif belum bekerja dan ibu rumah tangga.
“Tujuannya meningkatkan keterampilan kerja bagi kelompok rentan, mengurangi pengangguran dari kelompok rentan dan meningkatkan pendapatan kelompok rentan melalui kelompok usaha bersama,” jelasnya.
Baca Juga: Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal, Stok Darah di Karawang Melimpah
Di tahun pertama program, 15 penerima manfaat mendapatkan pelatihan menjahit bertahap dan berkelanjutan mulai dari teknik yang mudah hingga teknik yang rumit di Akademi Berdaya.
Mereka belajar membuat baju, celana, gamis, jilbab, dan aksesoris seperti pita, dan sebagainya.
Penerima mafaat dari akademi berdaya juga mendapatkan training of trainer sehingga dapat memberikan pelatihan pada peserta akademi berdaya periode selanjutnya.
Baca Juga: Pupuk Kujang Gelar Sunatan Massal 300 Anak di Cikampek dalam Rangkaian HUT ke-49
Pada pilar sosial, Kujang Merawat Hutan ditujukan melestarikan lingkungan. Kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana dalam pilar ini yaitu Konservasi Tanaman Langka dan Penambahan Vegetasi Lebah.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemupukan Hasil Hutan Berkelanjutan. Pasalnya, selama ini para petani hutan utamanya pertanian kopi cenderung melakukan pemupukan tanpa dosis yang terukur.
Artikel Terkait
Pupuk Kaltim Tingkatkan Produktivitas Padi di Berau hingga 7,5 Ton per Hektar melalui Program Agrosolution
Pupuk Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Desa Karangpatihan melalui Pemberian Pupuk Berkualitas
Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR, Upaya Regenerasi Petani untuk Pertanian Berkelanjutan
Berkontribusi dalam Olahraga Angkat Besi, Pupuk Indonesia Antarkan Atlet Binaan Raih Medali Emas Olimpiade
Optimalkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi untuk Musim Tanam, Pupuk Indonesia Ajak Petani
Gelar Pelatihan Keramba Jaring Apung, Pupuk Kaltim Komitmen Tingkatkan Budidaya Perikanan di Bontang