"Manfaatnya bukan hanya untuk gurunya, tapi terasa juga oleh siswa-siswinya di sekolah," ujarnya.
Baca Juga: Menjelajahi Pesona Tulungagung Saat Liburan Akhir Tahun, Rekomendasi 5 Tempat Wisata yang Wajib Masuk List Itinerary
Ia mengikuti pelatihan selama 3 bulan dari September hingga Desember 2021.
"Terasa sekali bagaimana perubahan implementasi pembelajaran matematika.
"Sebelum pelatihan, jarang sekali kita menggunakan media, hanya langsung dari buku. Di Gernas Tastaka, dijelaskan bagaimana kita membuat murid-murid memahami aplikasi dari ilmu itu dalam kehidupan sehari-hari," kata Sismi.
Baca Juga: Pertamina Ajak Pengguna MyPertamina Dukung Dekarbonisasi Melalui Program Redeem Point Kredit Karbon
Elma menuturkan, ia kini membuat pelajaran matematika lekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, anak-anak didiknya lebih mudah memahami materi yang diberikan.
"Misalnya pembelajaran soal uang, kita hadirkan benda konkretnya. Ada uang kertas, uang logam, pecahan-pecahan dari uang itu. Kita hadirkan uang mainan.
"Kita tugaskan murid-murid untuk membentuk 25.000 dari pecahan-pecahan uang tersebut. Mereka jadi paham aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari," paparnya.***
Artikel Terkait
Masa Depan Pesisir yang Lestari, PTBA Dukung Langkah Masyarakat Desa Sidodadi Menjaga Alam
PTBA Raih Tamasya Award 2024, Bukti Komitmen di Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Bersama Petani dan Akademisi, PTBA Kembangkan Carbon Server untuk Pertanian Berkelanjutan
Luar Biasa! PTBA Raih Gelar Indonesia Most Trusted Company 10 Kali Berturut-turut
Berdayakan Desa Embawang, PTBA Latih Warga Olah Madu dan Tangani Hama