Kabar BUMN - Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari, Andi Sofyan tergerak untuk memperbaiki kerusakan lingkungan di pesisir Teluk Lampung.
Langkah ini didasari karena ekosistem pesisir yang semakin memprihatinkan.
Padang lamun dan terumbu karang yang dulunya subur kini banyak yang mati, sementara ikan-ikan kehilangan tempat hidup yang aman.
Baca Juga: Hari Terakhir! Giveaway Tiket Festival Lampion 2024 di De Mangol View Jogja, Caranya Gampang Banget!
Kondisi ini akhirnya membuat para nelayan kesulitan mencari hasil laut.
Inisiatif positif tersebut pun mendapat dukungan penuh dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan.
Andi bersama masyarakat Desa Sidodadi, Lampung, telah menggagas inisiatif pelestarian ekosistem pesisir di Kawasan Ekowisata Cuku NyiNyi sejak tahun 2022 lalu.
Baca Juga: Gampang Banget! Begini Cara Reservasi Tiket Kereta Api untuk Libur Nataru 2025
Langkah pertama mereka adalah menanam mangrove, dan kini mereka juga fokus pada pelestarian padang lamun dan terumbu karang.
"Hutan mangrove dan padang lamun adalah tempat ikan-ikan bertelur. Setelah telur menetas dan ikan agak besar, mereka akan ke terumbu karang untuk berlindung dari hewan laut lainnya.
"Jadi segitiga ekosistem pesisir ini harus dilestarikan karena merupakan tempat biota laut berkembang biak," kata Andi.
Baca Juga: Hijaukan Ulubelu, Pertamina NRE Tanam Pohon di Hari Menanam Pohon Indonesia
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk bersama-sama merawat segitiga ekosistem pesisir ini.
"Ini untuk anak cucu kita. Untuk masa depan," ujar Andi.
Artikel Terkait
Sinergi antar BUMN: KAI, PTBA, dan Semen Baturaja Tingkatkan Kapasitas Bongkar Batu Bara Area Kertapati
Hingga Triwulan III 2024, PTBA Cetak Laba Bersih Rp 3,23 Triliun
PTBA Membangun PLTS untuk Pompa Irigasi Pertanian di Pringsewu, Lampung
Berangau Park, Ruang Terbuka Hijau dari PTBA untuk Masyarakat Tanjung Enim
Berdayakan Masyarakat, PTBA Sulap Lahan Bekas Galian Tidak Produktif di Banyuasin Menjadi Kolam Penghasil Untung