Keberadaan hutan mangrove di wilayah pesisir, termasuk di Surabaya, memiliki peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Baca Juga: PT PAL Indonesia Targetkan Kontrak Rp42,32 Triliun pada 2025, Naik 7,01% dari Tahun Sebelumnya
Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, kawasan mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa liar.
Khusus di kawasan Hutan Mangrove Wonorejo, terdapat 140 spesies burung, menjadikannya salah satu area dengan keanekaragaman burung terbesar di Pulau Jawa.
Dari jumlah tersebut, 84 spesies merupakan burung menetap, 12 spesies dilindungi, dan 44 spesies merupakan burung migran yang singgah di area tersebut setiap tahunnya.
Baca Juga: PT PAL Indonesia Siap Wujudkan Target RKAP 2025, Dorong Kemandirian Industri Pertahanan
Program penanaman mangrove ini juga melibatkan PT PP (Persero), sebagai bentuk sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, tidak hanya bagi industri tetapi juga bagi masyarakat luas.
Dengan inisiatif ini, PT PAL Indonesia menegaskan perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada industri maritim, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: PT PAL Indonesia Perkuat Kompetensi Auditor Internal Lewat Pelatihan ISO Berstandar Internasional
Upaya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sektor industri lainnya untuk turut serta dalam menjaga ekosistem pesisir Indonesia.***
Artikel Terkait
PT PAL Indonesia Siap Wujudkan Target RKAP 2025, Dorong Kemandirian Industri Pertahanan
PT PAL Indonesia Targetkan Kontrak Rp42,32 Triliun pada 2025, Naik 7,01% dari Tahun Sebelumnya
PT PAL Indonesia Siap Dukung Kemandirian Industri Pertahanan Nasional dengan Teknologi Maritim Terkini
PT PAL Siap Jadi Ujung Tombak Kerja Sama Strategis Indonesia-UAE di Sektor Pertahanan dan Maritim
PT PAL Indonesia Selesaikan Refurbishment, KRI Bung Tomo-357 Bertolak ke Pakistan, Siap Ikuti Latihan Multilateral AMAN Exercise 2025