Kabar BUMN – PT PAL Indonesia menegaskan kesiapan mereka untuk menjadi garda terdepan dalam memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UAE), khususnya di bidang pertahanan dan maritim.
Saat ini, PT PAL tengah menggarap proyek pembangunan alutsista Angkatan Laut UAE, yaitu kapal jenis Landing Platform Dock (LPD), yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi bilateral kedua negara.
Komitmen ini semakin diperkuat dalam ajang Indonesia-UAE 3rd Roundtable Discussion yang berlangsung di Jakarta, Kamis (30/1).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia dan UAE menjajaki berbagai peluang kerja sama di berbagai sektor, mulai dari energi, infrastruktur, transportasi, hingga pertahanan dan maritim.
Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Wakil Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, Wakil Menteri BUMN RI, Kartiko Wirjoatmodjo, dan Menteri Energi dan Infrastruktur UAE, H.E. Suhail Mohamed Al Mazrouei, yang juga merupakan Utusan Khusus Wakil Perdana Menteri UAE.
PT PAL turut berperan dalam diskusi tersebut sebagai perwakilan industri strategis nasional di sektor maritim dan pertahanan.
Baca Juga: PT PAL Indonesia Targetkan Kontrak Rp42,32 Triliun pada 2025, Naik 7,01% dari Tahun Sebelumnya
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjoyo, menyatakan bahwa pertahanan, keamanan, energi, dan teknologi menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut.
Dalam konteks ini, PT PAL dipercaya sebagai mitra utama dalam mempercepat implementasi kerja sama, terutama dalam pengadaan alutsista dan pengembangan teknologi pertahanan maritim.
"Keahlian PT PAL dalam membangun kapal perang dan teknologi pertahanan maritim menjadi modal besar untuk mempercepat realisasi kerja sama strategis antara Indonesia dan UAE di sektor pertahanan dan maritim," ujar Wiyono pada Sabtu (1/2).
Baca Juga: PT PAL Indonesia Siap Wujudkan Target RKAP 2025, Dorong Kemandirian Industri Pertahanan
Wiyono optimistis bahwa percepatan kerja sama antara Indonesia dan UAE tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri maritim dan pertahanan nasional.
Kerja sama ini membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kapasitas industri pertahanan, serta perluasan investasi, yang berkontribusi pada pertumbuhan sektor strategis di Indonesia.
Artikel Terkait
Transformasi PT PAL Indonesia Tuai Pujian Menhan RI
PT PAL Indonesia Perkuat Kompetensi Auditor Internal Lewat Pelatihan ISO Berstandar Internasional
PT PAL Indonesia Siap Wujudkan Target RKAP 2025, Dorong Kemandirian Industri Pertahanan
PT PAL Indonesia Targetkan Kontrak Rp42,32 Triliun pada 2025, Naik 7,01% dari Tahun Sebelumnya
PT PAL Indonesia Siap Dukung Kemandirian Industri Pertahanan Nasional dengan Teknologi Maritim Terkini