Kegiatan ini melibatkan 20 anggota Kelompok Tani Hutan “Wana Lestari” yang akan menjadi pionir dalam pengelolaan dan budidaya mangrove berkelanjutan.
Baca Juga: PLN EPI Kolaborasi dengan EML Pasok Gas untuk Sistem Kelistrikan Madura
Tak hanya aspek ekologis, untuk menahan abrasi air laut, program ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru melalui produk pangan berbasis mangrove, seperti keripik, sirup, _stick_, tepung, dan dodol yang bernilai tambah bagi ekonomi warga setempat.
PLN EPI menggandeng BRIN dan Universitas Jenderal Soedirman dalam pelatihan, pembinaan dan pembuatan Rumah Bibit Mangrove.
“Kami ingin program ini tak berhenti pada pelatihan, tapi terus berlanjut hingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Konservasi lingkungan harus kita padukan dengan manfaat ekonomi agar hasilnya lebih inklusif dan berkelanjutan," tambah Mamit.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Kampung Laut, lokasi yang telah mengembangkan ekowisata mangrove dengan fasilitas jembatan wisata dan edukasi.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam transfer pengetahuan antar wilayah serta pemetaan potensi pengembangan destinasi serupa di wilayah Adipala dan Desa Bunton.***
Artikel Terkait
PT Timah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Strategi Pemasaran Digital
Telkomsat Tegaskan Komitmen Digitalisasi Maritim Lewat Marine Digital Summit 2025
Kuatkan Sinergi, Mahasiswa Unhan Belajar Langsung ke PT DAHANA
The Mandalika Jadi Panggung Diplomasi Rasa Dunia dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series 2025
Hari Kedua GT World Challenge Asia 2025 Hadirkan Aksi Supercar Spektakuler di Mandalika, Fitra Eri Juarai BRZ Series
Libur Waisak 2025 dan Cuti Bersama, Okupansi Kereta KAI Tembus 100 Persen