Lewat Bamboo for Life, PTBA Ubah Bambu Jadi Sumber Harapan dan Ekonomi Masyarakat Lampung

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:00 WIB
Sejak diluncurkan PTBA pada 2018, program Bamboo for Life telah menjadi motor penggerak pemberdayaan di Desa Sidomulyo, Lampung. (ptba.co.id)
Sejak diluncurkan PTBA pada 2018, program Bamboo for Life telah menjadi motor penggerak pemberdayaan di Desa Sidomulyo, Lampung. (ptba.co.id)

Kabar BUMNPT Bukit Asam Tbk (PTBA) menunjukkan bahwa kiprah perusahaan tambang tak melulu soal bisnis batu bara.

Melalui program Bamboo for Life, PTBA menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.

Sejak diluncurkan pada 2018, program ini telah menjadi motor penggerak pemberdayaan di Desa Sidomulyo, Lampung, lewat hilirisasi bambu menjadi produk bernilai jual tinggi, terutama tusuk sate.

Baca Juga: Transformasi Hijau Tanjung Enim: PTBA Wujudkan Kota Wisata Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Program ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka impor tusuk sate.

Bekerja sama dengan Paguyuban Krajan, PTBA memfasilitasi pembentukan sentra produksi tusuk sate yang melibatkan kelompok rentan seperti lansia, janda, penyandang disabilitas, dan rumah tangga miskin.

Hasilnya, 23 kelompok dengan total 129 anggota kini telah diberdayakan, menyentuh kehidupan lebih dari 651 orang secara langsung.

Baca Juga: PTBA Tindak Tambang Ilegal di Muara Enim, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan

Ketua Paguyuban Krajan, Samadi, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menciptakan peluang penghasilan tambahan yang layak.

“Setiap anggota mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp1,2 juta per bulan dari usaha tusuk sate, yang bahkan dapat dikerjakan secara paruh waktu,” ujar Samadi.

Ia juga menyoroti potensi besar produksi dalam negeri.

Baca Juga: Dari Penambang Ilegal Jadi Pembudidaya Ikan: Transformasi Warga Tanjung Agung Bersama PTBA

“Kami miris rasanya, tusuk sate saja impor. Kebutuhan di Jakarta dan Surabaya sebulan bisa mencapai 4 kontainer.

"Jika satu lansia bisa memproduksi 5 kg tusuk sate, maka dalam sehari bisa 5 ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: ptba.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini