Ewako Lowita, Program Inovasi Sosial PLN IP dan Dampaknya bagi Ekosistem dan Ekonomi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 2 April 2026 | 09:30 WIB
Program Ewako Lowita merupakan inisiatif inovasi sosial yang memadukan perlindungan habitat penyu, pengembangan pariwisata edukatif, serta pengelolaan limbah berkelanjutan. (DOK. PLN IP)
Program Ewako Lowita merupakan inisiatif inovasi sosial yang memadukan perlindungan habitat penyu, pengembangan pariwisata edukatif, serta pengelolaan limbah berkelanjutan. (DOK. PLN IP)

Kabar BUMN - PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Barru mampu memberikan dampak signifikan bagi ekosistem dan sosial-ekonomi bagi masyarakat di sekitar Pantai Lowita, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan berkat program unggulan Ewako Lowita.

Sejak diinisiasi program eko-eduwisata berbasis konservasi penyu di Pantai Lowita ini telah melibatkan 21 pemuda produktif sebagai pengelola, 10 ibu rumah tangga dalam pembuatan souvenir dari sampah anorganik, serta nelayan yang bertransformasi menjadi ranger penyelamat telur penyu.

Tercatat pendapatan langsung hingga Rp86,4 juta per tahun bagi Pokdarwis dari sektor wisata edukatif dan memberikan insentif pengelolaan sampah komunitas.

Baca Juga: BULOG Siapkan 100 Titik Infrastruktur Pascapanen untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Program Ewako Lokita mampu melindungi 6 lokasi habitat alami sarang penyu, menanam 350 pohon cemara laut, serta mengedukasi lebih dari 300 siswa dan 3.000 pengunjung per tahun mengenai pentingnya menjaga rantai makanan laut.

Selain itu, sepanjang tahun 2025, program ini berhasil mengelola 22.680 kg sampah pesisir melalui sistem Bank Sampah yang terintegrasi.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernardus Sudarmanta menuturkan, program ini merupakan wujud nyata dari visi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga pada keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Promo Terbatas! Garuda Indonesia Tawarkan Penerbangan Langsung Jakarta ke Jeddah dan Madinah Mulai Rp4 Jutaan

“Ewako Lowita bukan sekadar program CSR, melainkan wujud nyata strategi korporasi dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” jelasnya.

Program Ewako Lowita memadukan perlindungan habitat penyu, pengembangan pariwisata edukatif, serta pengelolaan limbah berkelanjutan.

Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan pesisir Barru yang menghadapi timbulan sampah mencapai 1.890 kg per bulan, serta ancaman perburuan telur penyu akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya konservasi.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, InJourney Catat Kenaikan Penumpang dan Aktivitas Wisata

Menurutnya, dengan memanfaatkan FABA (Fly Ash & Bottom Ash) sebanyak 30 ton untuk pembangunan infrastruktur konservasi, PLN IP membuktikan bahwa limbah industri dapat bertransformasi menjadi fondasi pelestarian alam yang tangguh.

Ia menambahkan bahwa melalui sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media, program ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bersama ( creating shared value ) yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini