tjsl

Dukung Budidaya Kopi Luwak di Marangkayu, PHKT Tumbuhkan Perekonomian Lokal dan Jaga Konservasi

Kamis, 3 Oktober 2024 | 09:30 WIB
Dukung budidaya kopi luwak di Marangkayu, PHKT tumbuhkan perekonomian lokal dan jaga konservasi. (DOK. PHKT)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) sukses mengembangkan kawasan edukasi wisata kopi luwak bernama Kampung Kopi Luwak atau Kapak Prabu.

Program ini bekerja sama dengan kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal melalui budidaya kopi liberika dan kopi luwak, program ini juga mendukung konservasi satwa luwak sebagai bagian dari ekosistem yang menjaga nilai ekonomi produk kopi tersebut.

Baca Juga: Pertamina Grand Prix of Indonesia Bawa Berkah untuk UMKM Pertamina, Omzet Mencapai 1 Miliar

Program Kapak Prabu juga meningkatkan pendapatan masyarakat, dari Rp3,2 juta per bulan pada 2022 menjadi Rp4,7 juta pada 2023.

Produk kopi liberika juga mencatat omzet sekitar Rp72 juta per tahun. Penghematan modal produksi Rp83 ribu per bulan dari penggunaan panel surya, dan sertifikat PIRT (Pangan, Industri, Rumah tangga) dan Halal.

Produk Kopi Luwak Liberika memiliki empat diferensiasi produk kopi, yaitu Liberika honey, Luwak Liar Process, Wine, dan Natural Process.

Baca Juga: Pertamina Group Siap Dorong Transisi Energi Melalui Pengembangan Bioetanol

“Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Prangat Baru terus meningkat, dari 591 pengunjung pada 2022 menjadi 1.763 pada 2023,” ujar Ketua Kelompok Tani Kapak Prabu Rindoni, Rabu (2/10/2024).

Dia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Kutai Kartanegara untuk memantau dampak meningkatnya kunjungan terhadap habitat luwak liar.

"Perencanaan kegiatan monitoring satwa luwak liar harus dilakukan secara terpadu," ujarnya.

Baca Juga: CAEXPO 2024, Pertamina Sukses Antar UMKM Binaannya Raih Kesepakatan Transaksi Lebih 2 Miliar

Program Kapak Prabu berawal ketika PHKT, selaku pengelola fasilitas hulu migas Terminal Santan, memberikan bantuan berupa pupuk kompos hasil biogreening kepada kelompok petani kopi di Desa Prangat Baru pada 2020.

Kolaborasi tersebut berlanjut hingga berhasil melakukan pengembangan budi daya Kopi Liberika dan Kopi Luwak satu-satunya di Kaltim .

Halaman:

Tags

Terkini