Kabar BUMN - Wujudkan Indonesia Maju, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyelenggarakan program Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Membaca (Gernas Tastaba).
Program yang hadir sejak tahun 2022 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Lahat, guna mendorong literasi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD).
Pelatihan yang dilakukan secara intensif, mulai dari pelatihan membaca dasar, membaca aktif dan membaca bermakna.
Baca Juga: PT Timah Dukung Perayaan Natal dan Tahun Baru di TK Santa Maria, Bangka Barat
Septia Purnamasari, salah satu guru SD di Muara Enim yang mengikuti Gernas Tastaba, mengungkapkan bahwa pelatihan yang diperolehnya sangat bermanfaat dalam kegiatan belajar mengajar.
Ia adalah wali kelas 1 yang harus mendidik siswa-siswinya agar dapat membaca dengan lancar.
Dari Gernas Tastaba, ia mendapatkan metode yang sesuai untuk membuat anak-anak didiknya tak sekadar lancar membaca, namun juga memahami teks.
Baca Juga: Poin Gembira Festival 2024: Jadikan Reward Telkomsel Sebagai Kado Akhir Tahunmu!
Di antaranya adalah dengan mengajak anak-anak membayangkan teks yang disajikan, serta mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari.
"Kemampuan membaca dan menulis perlu pembelajaran khusus. Ternyata ada berbagai strateginya, misalnya anak-anak diajak membayangkan teks yang disajikan.
"Kita buat visualisasi agar anak-anak memahami cerita yang dibacanya. Kami jadi bisa memfasilitasi anak-anak dalam membaca dan memahami teks," tutur Septia.
Baca Juga: Inspirasi Kado Natal yang Berkesan untuk Pasangan Tercinta
Salah satu bukti keberhasilan program Gernas Tastaba yang dijalankan bersama PTBA adalah kemampuan membaca siswa yang meningkat drastis di kelas yang gurunya mendapat pelatihan.
Bila sebelum diadakan pelatihan hanya 3-4 siswa yang lancar membaca, setelah pelatihan kondisinya terbalik, hanya tersisa 3-4 murid yang tidak dapat membaca.
Tak hanya pemberantasan buta membaca, PTBA juga berupaya memberantas buta matematika melalui program Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gertas Tastaka) yang dijalankan sejak 2021.
Sebab, penguasaan literasi dan numerasi secara mumpuni merupakan syarat mutlak untuk menjadi manusia unggul dalam berbagai bidang.
Elma Sismi, salah satu guru sekolah dasar (SD) yang mengikuti program Gernas Tastaka, merasakan betul manfaat dari pelatihan yang didapatnya.