“Program ini berpotensi memitigasi emisi karbon hingga 10,21 ton CO₂ eq per tahun serta mendorong kemandirian ekonomi kelompok rentan di Desa Wiringtasi,” ungkapnya.
Baca Juga: KCIC Ungkap Kinerja Whoosh Saat Lebaran 2026, Penumpang Tembus Ratusan Ribu
Keunggulan program ini juga terletak pada penggunaan inovasi material. Pembangunan rumah penetasan penyu kini menggunakan struktur beton berbahan FABA yang lebih tahan terhadap banjir rob dibandingkan material kayu yang digunakan sebelumnya.
Ini menjadikan Ewako Lowita sebagai satu-satunya sistem pengelolaan wisata edukatif berbasis konservasi penyu yang komprehensif di wilayah tersebut.***