tjsl

PLN EPI Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Pesisir Berbasis Ekonomi Sirkular di Bagek Kembar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:30 WIB
PLN EPI bersama BAg mengembangkan pengelolaan sampah pesisir di Bagek Kembar untuk kurangi emisi, dorong ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat. (Dok. PLN EPI)

Kabar BUMN - Upaya pengelolaan sampah di kawasan pesisir terus diperkuat seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di berbagai daerah.

Salah satu langkah terbaru datang dari kolaborasi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) di kawasan wisata Pantai Bagek Kembar, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada pengurangan emisi dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Volume Kendaraan Meningkat Saat Libur, Jasa Marga Tekankan Pentingnya Kondisi Pengemudi

Kawasan pesisir yang menjadi lokasi wisata tersebut dinilai membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Karena itu, berbagai pihak dilibatkan mulai dari pemerintah daerah, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga PLN Group untuk memastikan program berjalan berkelanjutan.

Fokus Kurangi Sampah dan Emisi Gas Rumah Kaca

Baca Juga: Seharian Wisata di Kawasan Suryakencana, Bogor, Menikmati Suasana Khas Pecinan dan Wisata Kuliner

Program ini dirancang untuk menekan timbulan sampah di wilayah pesisir sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pendekatan yang digunakan adalah ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dianggap sebagai limbah, melainkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali.

Selain itu, lokasi program yang berada di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker juga menjadi bagian penting dari upaya pengelolaan lingkungan yang lebih luas. Keterlibatan banyak pihak diharapkan memperkuat dampak program dalam jangka panjang.

Baca Juga: Naik Kereta dari Jogja dan Solo Lebih Hemat! Ini Daftar Tarif Khusus KAI Mulai Rp45 Ribuan

Pelatihan hingga Budidaya Maggot Jadi Andalan

PLN EPI dan PT BAg menjalankan sejumlah langkah konkret dalam program ini.

Di antaranya pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, penguatan kelembagaan Pokdarwis, hingga pengembangan budidaya maggot sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik.

Tidak hanya itu, program ini juga mencakup penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah terpadu. Dengan pendekatan ini, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dari hasil olahan sampah.

Baca Juga: Magang BUMN Sucofindo Dibuka! Mahasiswa Bisa Coba Posisi Environmental Certification Intern

Halaman:

Tags

Terkini