"Upaya Perseroan untuk terus beradaptasi terhadap kondisi bisnis pertimahan memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi TINS dalam mendukung kinerja tahun 2022," kata Abdullah.
Kendati harga timah masih cenderung fluktuatif, namun semakin pulihnya sektor ekonomi pasca pandemi, - dimana salah satunya ditandai dengan peningkatan konsumsi terhadap tin-related products berupa produk elektronik membuat permintaan atas komoditas timah bertumbuh.
Sebagai informasi, harga jual rata - rata logam timah LME tahun 2022 sebesar USD31.474 per metrik ton.
Baca Juga: Bikin Kesehatan Mata Menurun, Simak 5 Bahaya Terlalu Sering Menatap Layar HP
Turun 4 persen dibanding tahun 2021 sebesar USD32.619 per metrik ton, dengan level tertinggi pada USD43.917 dan di level terendah pada USD19.373.
Tahun 2022 lalu TINS juga berhasil memberikan kontribusi kepada negara dalam bentuk pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,52 triliun.
Jumlah setoran pajak dan PNBP anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID ini meningkat 96 persen dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp777,1 miliar.
"Perusahaan juga berterimakasih atas dukungan yang telah diberikan pemerintah, stakeholder dan shareholder. Membaiknya performa kinerja perusahaan tentu harus selaras dengan kontribusinya kepada negara dan masyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Shell Eco-marathon Asia 2023, Lebih dari 50 Tim Siap Bertanding di Pertamina Mandalika Internation Circuit
Cetak Labar Terbesar Sepanjang Sejarah, ASDP Sukses Bukukan Laba Rp 585 Miliar di Tahun 2022
Teken Kontrak Baru, Pertamina Internasional EP Perpanjang Kerja Sama dengan Sonatrach dan Repsol