Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) PTPN V yang Sukses di Riau Bakal Diterapkan Secara Nasional

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 22 Juni 2023 | 17:00 WIB
Program peremajaan sawit rakyat (PSR) akan diterapkan secara nasional. (holding-perkebunan.com)
Program peremajaan sawit rakyat (PSR) akan diterapkan secara nasional. (holding-perkebunan.com)

Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa dalam kesempatan yang sama mengaku bahagia menyaksikan senyum para perwakilan petani sawit yang mengikuti program PSR.

Baca Juga: Dukung Ekspor Komoditas Rumput Laut, PT PPI Operasionalisasi UPI Buduran

Menurutnya, seluruh lelah dan keringat karyawan PTPN V yang terlibat dalam pelaksanaan PSR di enam KUD sirna seketika melihat tanaman yang diremajakan pada November 2020 lalu tumbuh dengan sangat baik.

Ia pun mengatakan bahwa resep utama tanaman sawit rakyat hingga mampu tumbuh subur serta panen lebih cepat dengan produktivitas meningkat adalah penerapan teknik budidaya sesuai standar tinggi perusahaan, seperti penggunaan bibit unggul bersertifikat, pemupukan, pemeliharaan, hingga perlakukan dengan standar PTPN V.

“Alhamdulillah, ini adalah salah satu bukti nyata bahwa kita benar-benar komitmen untuk kembali ke khittah, tumbuh dan berkembang bersama petani. Petani mampu panen lebih cepat dari yang umumnya tiga sampai empat tahun baru panen, sekarang alhamdulillah usia kurang 30 bulan sudah panen. Begitu juga produktivitas 50 persen lebih tinggi dibandingkan normalnya,” katanya.

Baca Juga: Daftar 35 Kereta Api yang Termasuk Promo Anti Jaim, KAI Beri Diskon 25% Selama Periode Libur Sekolah

Kemudian ia juga menjelaskan, inovasi PTPN V yang turut memberdayakan para petani melalui program padat karya sehingga menjamin ketersediaan pendapatan selama masa tunggu panen, serta menggulirkan program UMKM seperti budidaya sapi ternak melalui program tanggung jawab sosial lingkungan untuk menjaga ekonomi petani tetap berjalan merupakan kelebihan program kemitraan ini. Begitu juga dengan program transfer pengetahuan yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam praktik budidaya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa PTPN V menjadi perusahaan pertama yang berani memberikan jaminan produksi bagi para petani.

“PTPN V adalah perusahaan pertama yang berani memberikan jaminan produksi para petani yang mengikuti program PSR. Kita ganti rugi jika produksi petani peserta PSR di bawah standar yang ada,” tegasnya.

Baca Juga: Dilakukan Sehari Sebelum Hari Raya Idul Adha, Ini Hukum dan Keutamaan Puasa Arafah

“Jadi bapak ibu petani yang masih ragu, sekali-kali main ke sini. Lihat sendiri bagaimana petani mitra kita yang ikut PSR. Berdiskusi dengan mitra kita dan simpulkan sendiri. Ini semua adalah pilihan untuk masa depan 20 hingga 25 tahuh mendatang,” lanjutnya.

Lebih jauh, Jatmiko turut menjelaskan bahwa saat ini PTPN V tercatat sebagai perusahaan dengan persentase perkebunan plasma terluas di Riau dengan merangkul 56.000 hektare petani plasma atau setara 66 persen dari luas lahan inti yang diusahakan. Artinya, kata dia, PTPN V telah melampaui 20 persen mandatori peraturan Kementerian Pertanian.

Untuk di Kabupaten Siak sendiri, ia mengatakan perusahaan telah merangkul ribuan petani plasma dengan total luas lahan perkebunan mencapai 15.000 hektare. Begitu juga di Kabupaten Kampar, ia mengatakan perusahaan bermitra dengan ribuan petani plasma dengan total luas kebun sawit petani mencapai 19.732 hektare.

Baca Juga: Film Kutukan Peti Mati, Ini Alasan Sutradara Mau Garap Film Perdana Balai Pustaka

Sampai hari ini, ia mengatakan total program PSR yang telah dilaksanakan oleh PTPN V sejak tahun 2012 telah mencapai 8.618 hektare dan ditargetkan mencapai 22.444 hektare hingga tahun 2026 mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: holding-perkebunan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini