Baca Juga: Mengenal Lokomotif Uap KAI yang Masih Aktif
Karena letak geografisnya tersebut, Desa Burong Mandi menjadi salah satu desa wisata dengan komoditas unggulan dari hasil pertanian dan perikanan.
Nurdiansyah menjelaskan bahwa dengan mengikuti Program Desa BRILian, masyarakat pun dibina untuk mengolah dan menjual produk alam yang sudah bernilai tambah.
"Kami daerah pesisir dikelilingi laut ada juga perbukitan, alhamdulillah laut terawat, dataran tingginya juga untuk pertanian dan kebun."
"Semuanya menggunakan potensi alam sendiri, ini menjaga pasokan sehingga harganya kompetitif," ujarnya.
Nurdiansyah pun menyebut, setelah desanya dibina melalui Desa BRILian penjualan produk UMKM meningkat.
Pasalnya, kualitas produk UMKM menjadi lebih terjaga dan menarik dan pasar penjualan juga semakin meluas.
"Salah satunya penjualan menjadi tolok ukur keberhasilan kami," tutur Nurdiansyah.
"Jadi, contohnya, kalau sebelumnya setidaknya bisa menjual 100 botol madu, sekarang bisa menjual 150 botol. Pemasarannya menjadi lebih luas," pungkasnya.
Artikel Terkait
Uang PIP Kemdikbud 2023 hingga Rp1 Juta Bakal Cair Jika Anda Dapat Tanda Ini, Cek Lewat SIPINTAR di Sini!
VP Public Relations KAI Raih Penghargaan Sebagai 'Tokoh PR Berpengaruh 2023', Selamat!
Trafik Kendaraan Naik 232 Persen, ASDP Tambah Kapal dan Percepat Waktu Bongkar Muat untuk Urai Antrian