Faizal menjelaskan bahwa pihaknya juga memiliki jaringan kantor dan area kerja yang mencapai lebih dari 4.500 titik, serta sumber daya manusia yang tersebar di seluruh nusantara.
Baca Juga: Bukan Dipecat, Ini Alasan Luis Milla Angkat Koper dari Persib Bandung
Pos Indonesia juga siap untuk mengintegrasikan sistem pelacakan yang dimilikinya dengan sistem yang digunakan oleh KPU (Sistem Informasi Logistik/SILOG KPU).
"Untuk dashboard yang real time sudah disiapkan dan sedang diuji coba agar pada waktunya siap dalam pendistribusian logistik Pemilu 2024 sehingga kiriman dapat dilacak dan transparan," tutur Faizal.
Lebih lanjut, Faizal mennyatakan bahwa Pos Indonesia telah memiliki pengalaman sebagai Mitra Resmi atau Pemasok Terverifikasi logistik pemilu pada Pemilu 2004 dan 2009 lalu.
Tidak hanya itu, Pos Indonesia juga menjadi subkontraktor dalam logistik pemilu untuk beberapa kiriman domestik dan internasional pada Pemilu 2014 dan 2019.
"Saat ini kami sedang mengikuti proses pendaftaran dan verifikasi e-Catalogue LKPP Katalog Sektoral untuk distribusi logistik dan perlengkapan Pemilu 2024," ujarnya.
"Sementara pada Katalog Nasional LKPP kami sudah terdaftar," tutup Faizal.
Artikel Terkait
Lowongan Magang BUMN PT Kimia Farma Tbk, Penutupan Lamaran 17 Juli 2023
Christopher Nolan Buka-bukaan soal Alasan Tak Mau Gunakan CGI di Film Oppenheimer
Investasikan Belanja Modal Rp 200 Miliar, Elnusa Tambah Mobil Tangki