Modus Penipuan Undangan Pernikahan, Segera Lakukan Hal Ini Jika Terlanjur Klik File APK Bodong

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 17 Juli 2023 | 07:30 WIB
Ilustrasi (Dok. BRI)
Ilustrasi (Dok. BRI)

Kabar BUMN – Maraknya kasus penipuan online membuat masyarakat semakin resah. Kini para penipu mempunyai banyak cara untuk melancarkan aksinya sehingga masyarakat yang tidak melek kerap menjadi korban.

Penipuan undangan pernikahan merupakan salah satu modus online terbaru, yang menjadi mimpi buruk masyarkat. Biasanya si penipu mengirimkan pesan berupa file aplikasi melalui WhatsApp (WA).

File aplikasi undangan pernikahan tersebut biasanya beisi virus atau malware. Bila pesan itu dibaca dan link-nya diklik, si penipu bisa dengan mudah akan mengendalikan perangkat kita.

Baca Juga: Cerah Berawan, Cek Prakiraan Cuaca di Wilayah DKI Jakarta Hari Ini, 17 Juli 2023

Mereka bisa mengetahui password, PIN, dan informasi rahasia lainnya di handphone dan bahkan membobol m-banking dan e-wallet yang ada di handphone hanya dalam hitungan menit. 

Jika tidak diantipasi dengan cepat, maka semua saldo dan tabungan akan cepat terkuras.

Baru-baru ini, modus kejahatan dengan file undangan pernikahan tersebut memakan korban salah satu nasabah Bank BRI tabungan di Kota Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: 8 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes

Nasabah tersebut harus kehilangan saldo di rekeningnya hingga Rp1,4 miliar, dilansir Kabarbumn.com dari bri.co.id.

Belajar dari kasus tersebut, Pemimpin Kantor Cabang BRI Malang, Kawi Mohammad Saleh berharap agar masyarakat dapat lebih waspada dengan tautan/link aplikasi mencurigakan yang tidak resmi alias bodong.

“Dengan semakin beragamnya modus penipuan secara digital, BRI mengimbau agar nasabah tidak sembarang meng-install aplikasi dengan sumber yang tidak resmi dan tidak dapat dipertanggung jawabkan, salah satunya adalah file APK yang dikirim melalui aplikasi chat tersebut”, ucap Kawi.

Baca Juga: Tips Lolos Wawancara Kerja, Hindari 9 Hal Ini

Kalau aplikasi yang tidak resmi atau bodong tersebut diklik, itu artinya korban memberikan persetujuan untuk mengizinkan aplikasi tersebut mengakses aplikasi SMS dan yang lainnya.

“Kejahatan perbankan pun dapat terjadi karena data transaksi perbankan (kode OTP) yang bersifat pribadi dan rahasia dikirimkan melalui SMS. Alhasil, transaksi perbankan melalui mobile banking dapat berjalan sukses”, jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini