Kabar BUMN - Sebagai industri perkapalan nasional, PT PAL Indonesia untuk kedua kalinya mengambil peran penting dalam keamanan di Kawasan ASEAN.
Hal tersebut ditandai dengan pemotongan baja pertama atau first steel cutting pada pembangunan kapal Landing Dock pertama.
Ini merupakan bagian dari ekspor dua kapal perang untuk yang kedua kalinya bagi Angkatan laut Filipina.
Acara ini juga ekaligus menandai telah dimulainya proses fabrikasi pada pembangunan kapal Landing Dock Philippines.
Baca Juga: Unik Airnya Dingin dan Panas, Yuk Main ke Air Putih Lebong, Objek Wisata Andalan di Bengkulu
CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menilai kerja sama ini bisa menjadi peran sentralitas Indonesia sebagai bagian dari ASEAN, dalam mengurangi risiko geopolitik.
"Kerja sama kedua negara merupakan cerminan bagaimana kontribusi Indonesia dalam menjaga keamanan kawasan ASEAN agar menjadi negara yang kuat, stabil dan saling mendukung," kata Kaharuddin.
Kegiatan first steel cutting ini sendiri dihelat di bengkel fabrikasi Divisi Kapal Niaga.
Dengan panjang keseluruhan mencapai 124 meter, dan displacement sebesar 7.200 ton, dan bisa berlayar hingga 30 hari penuh.
Baca Juga: Link Live Streaming Liga Inggris Chelsea Vs Liverpool, Kick-off Malam Ini Pukul 22.30 WIB
"Kapal Landing Dock Philippines mengakomodir kebutuhan Departemen Pertahanan Nasional Filipina, dengan sedikit perubahan pada platform kapal," tutur Kaharuddin.
"Nantinya, kapal Landing Dock ini diharapkan mampu berlayar hingga sea state 6," imbuhnya.
Kaharuddin menjelaskan bahwa saat ini progres pembuatan sudah melewati 20 persen.
"Hingga akhir Juli, progres LD Filipina sudah mencapai 20,24 persen, lebih cepat dari target yang direncanakan. Begitu juga dengan LD Filipina yang kedua," ujarnya.
Artikel Terkait
Jadwal Tayang Moving Episode 1 Sampai Tamat di Disney Plus, Drama Korea Tentang Orang-orang Super
Primbon, Film Horror Orisinal MAXstream Telkomsel
Lewat Acara Joy Ride, KAI Ajak Masyarakat Mengenang Kembali Perjalanan Kereta Api Pertama di Indonesia