Kabar BUMN - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya meningkatkan pelayanan penyebrangan di kawasan Banda Aceh.
ASDP menilai penyebrangan di lintasan Ulee Lheue-Balohan memiliki potensi yang bagus.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin mengatakan saat ini pihaknya memegang peran krusial di wilayah ujung barat Indonesia itu.
Shelvy menyatakan bahwa kehadiran ASDP pada lintasan yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Kota Sabang tersebut menjadi penunjang akses transportasi yang mudah diakses.
"Sebagai penunjang akses transportasi dan logistik, ASDP turut hadir di Banda Aceh sebagai pendukung destinasi pariwisata favorit yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara," kata Shelvy.
"Sehingga manajemen terus meningkatkan layanan prima bagi masyarakat," imbuhnya.
ASDP sendiri dalam beberapa bulan terakhir mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna jasa di Banda Aceh.
Untuk memenuhi lonjakan tersebut Shelvy mengatakan bahwa ASDP sudah menyiapkan beberapa langkah.
Baca Juga: Dihiasi Pasir Berwarna Pink, Pantai di Labuan Bajo Ini Tak Kalah Indah dari Yunani
"ASDP telah mengambil beberapa langkah strategis melalui respon yang cepat dan tepat," ujarnya.
Shelvy menjelaskan selama musim angkutan Lebaran 2023 lalu, ASDP melakukan penambahan jumlah trip layanan dari sebelumnya enam trip per hari menjadi 10-13 trip per hari.
Bukan hanya itu saja, ASDP Cabang Banda Aceh juga berupaya memberikan layanan yang lebih baik kepada daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan mengoperasikan KMP (Kapal Motor Penyeberangan) Papuyu.
Baca Juga: BUMN Tegaskan Komitmen Wujudkan Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Rantai Pasok
Kapal ini beroperasi di lintasan menuju Lamteng (Pulau Nasi) dan Serapung (Pulau Breuh).
Artikel Terkait
Tidak Usah Pakai Travel Agent, Simak Tips Wisata ke Bromo Tanpa Ikut Open Trip Berikut Ini
Layani Kesehatan di KTT ASEAN Jakarta, Pertamina Bina Medika IHC Siapkan Puluhan Ambulance dan Mini ICU
Gim Binaan Nuon, Paw Rumble Tembus Satu Juta Unduhan Secara Global