Tepis Isu, Jasa Tirta II Tegaskan Tampungan Bendungan Ir. H. Djuanda Masih Terkendali di Puncak Musim Kemarau

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 22 September 2023 | 18:30 WIB
Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. (jasatirta2.co.id)
Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. (jasatirta2.co.id)

Kabar BUMN - Jasa Tirta II menegaskan, kondisi tinggi muka air di Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta masih relatif terkendali sesuai perencanaan dan hitungan yang sudah ditentukan.

Penegasan ini disampaikan menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait kondisi air di waduk tersebut saat ini yang minim.

Daerah Aliran Sungai Citarum dikelola dengan Sistem Waduk Kaskade yang tersusun dari hulu ke hilir yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur (Ir. H.Djuanda).

Baca Juga: Perkembangannya Sesuai Target, Jasa Tirta I Targetkan SPAM Bango Beroperasi 200 LPS di Desember 2023

Air keluar (limpasan) dari Waduk Saguling akan ditampung (diredam) Waduk Cirata dan selanjutnya air keluar dari Waduk Cirata akan ditampung (diredam) Waduk Jatiluhur, sebelum mengalir ke hilir Sungai Citarum, meliputi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi.

Sistem Waduk Kaskade tersebut dikelola dengan Pola Operasi 3 Waduk yang disusun oleh Jasa Tirta II, PT. PLN Indonesia Power, PT. PLN Nusantara Power, BBWS Citarum, dan entitas terkait lainnya.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan Jasa Tirta II Anton Mardiyono mengatakan, dalam Pola Operasi Bersama 3 Waduk pada bulan September sudah memasuki musim kemarau sehingga kondisi tinggi muka air waduk otomatis turun.

Baca Juga: Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan, Jasa Tirta II Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Saluran Irigasi

“Kami sudah prediksi dengan perencanaan operasi dan kondisi per hari ini masih sesuai rencana dan dalam garis batas operasi normal, ya,”ucap Anton Mardiyono.

Saat ini kondisi tinggi muka air (TMA) Bendungan Ir. H. Djuanda pada tanggal 21 September 2023 pukul 07:00 berada di elevasi 94,36 mdpl dari garis batas operasi normal 93, 59 mdpl.

Untuk ketersediaan air kebutuhan layanan di bawah Waduk Jatiluhur, Anton Mardiyono menegaskan, secara prinsip pendistribusian air, baik saat musim kemarau atau musim hujan, memiliki prinsip pemberian air secara efektif.

Baca Juga: Ground Breaking SPAM Malang, Langkah Jasa Tirta I Penuhi Kebutuhan Air Masyarakat

“Dalam pelaksanaannya, pemberian air pada musim kemarau memang harus ada effort yang lebih dari pemanfaat air di areal irigasi karena pemberian air sudah ditentukan waktu, kubikasi dan tempatnya. Artinya alokasinya sudah ditentukan,” ujar Anton Mardiyono.

Metode seperti itu dikenal juga dengan giring gilir air. Pola pemberian air seperti itu sudah normatif dirumuskan dan disepakati bersama dengan Komisi Irigasi dan petani pemanfaat air.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: jasatirta2.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini