Terapkan Green Construction, Waskita Kerjakan Pembangunan RSUD Ramah Lingkungan Pertama di Tigaraksa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 27 September 2023 | 11:00 WIB
Proses pembangunan RSUD Tigaraksa. (tangerangkab.go.id)
Proses pembangunan RSUD Tigaraksa. (tangerangkab.go.id)

Kabar BUMN - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. percepat pekerjaan proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten pada akhir tahun 2023 mendatang.

RSUD yang berlokasi di Kampung Pabuaran, Kecamatan Tigaraksa ini menunjukkan progres sesuai yang telah ditargetkan.

“Pembangunan RSUD ini telah mencapai progres pekerjaan 71,90 persen. Tim proyek juga menerapkan green construction pada proyek ini,” ujar SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita.

Baca Juga: Hasil RUPO Disetujui, Waskita Optimis Restrukturisasi Berhasil

Ermy menegaskan, Waskita selalu mendorong pengembangan green construction di setiap proyek-proyek gedung yang dibangun.

Di antaranya dengan menggunakan material bangunan ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian energi, sumber daya dan biaya, melakukan manajemen limbah konstruksi, melakukan uji emisi kendaraan proyek, serta mengukur kadar udara secara berkala.

Penerapan green construction ini merupakan salah satu upaya Waskita dalam meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem, memperbaiki kualitas udara, mereduksi limbah serta konservasi sumber daya alam.

Baca Juga: Pemerintah Tunjuk Waskita Untuk Renovasi Stadion Kanjuruhan Dengan Nilai Kontrak Sebesar Rp332 M

“Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami terhadap sustainanble construction untuk keberlangsungan dan penyelamatan lingkungan serta ekosistem alam,” tambah Ermy.

Selain green construction, Waskita juga melakukan pengembangan digitalisasi melalui inovasi Building Information Modeling (BIM) dalam pekerjaan Pembangunan RSUD Tigaraksa.

Dengan penerapan BIM 5D, menurut Ermy, proses pekerjaan pada proyek menjadi lebih mudah.

Baca Juga: Waskita Kembali Dipercaya Pemerintah Bangun Bendungan Cibeet Senilai Rp1,5 T

Mulai dari pembuatan gambar kerja, review desain, mapping progress, sequence pekerjaan, quantity take off dan cost estimate, hingga koordinasi dengan pihak yang terlibat pada proses pembangunan proyek baik itu pemberi tugas, kontraktor, maupun konsultan.

“Selain itu, dengan adanya sistem data berbasis cloud maka seluruh proses kegiatan proyek dapat terekam dan tersimpan dengan baik juga dapat diakses secara realtime kapanpun dimanapun,” jelas Ermy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: waskita.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini