“Kami mengakselerasi penerapan Green Port di pelabuhan Petrokimia Gresik juga untuk mendorong kelancaran operasional bisnis hingga pemenuhan kebutuhan pupuk nasional, termasuk distribusi pupuk bersubsidi ke berbagai daerah di Indonesia. Berbagai capaian yang diraih atas penerapan Green Port ini menjadi penyemangat kami untuk terus mengoptimalkan operasional kepelabuhanan dalam memberikan solusi agroindustri terbaik untuk Indonesia,” pungkas Robby.
Baca Juga: Desa Energi Berdikari, Langkah PTK Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Bersih di Jambi
Sebagai informasi, APSN merupakan organisasi internasional di bawah Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), yang saat ini beranggotakan 18 negara anggota APEC yaitu Australia, Canada, China, Hong Kong, Japan, Korea, Malaysia, New Zealand, Papua New Guinea, Peru, the Philippines, Russia, Singapore, Chinese Taipei, Thailand, the United States, Vietnam, dan termasuk Indonesia.
Mandat organisasi intrnasional ini adalah untuk mendorong pelabuhan yang berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan guna mencapai kesejahteraan bersama anggota APEC.***
Artikel Terkait
Program MAKMUR Petrokimia Gresik Lanjutkan Tren Positif, Pertahankan Predikat Jawa Timur sebagai Lumbung Gula
HUT ke-51, Petrokimia Gresik Turut Lestarikan Budaya Bangsa dengan Menggelar Pertunjukan Wayang Kulit
Petrokimia Gresik Komitmen Dukung Pengembangan Energi Bersih di Indonesia Lewat Green Hydrogen & Green Ammonia
Petrokimia Gresik Bangun Komunikasi dengan Berbagai Negara untuk Amankan Suplai Bahan Baku
PG Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Gili-Bawean Lewat Program Petrokimia Gresik Bakti Pelosok Negeri