Bandara Kertajati Buka Peningkatan Akses Penerbangan yang Lebih Luas dari dan ke Jawa Barat

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 30 Oktober 2023 | 18:00 WIB
Bandara Kertajati Buka Peningkatan Akses Penerbangan yang Lebih Luas dari dan ke Jawa Barat. (angkasapura2.co.id)
Bandara Kertajati Buka Peningkatan Akses Penerbangan yang Lebih Luas dari dan ke Jawa Barat. (angkasapura2.co.id)

Kabar BUMN - Bandara Kertajati yang dimiliki Pemprov Jawa Barat melalui PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan dikelola oleh PT Angkasa Pura II, membuka peningkatan akses penerbangan lebih luas dari dan ke Jawa Barat.

Setelah pengalihan dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Kertajati resmi beroperasi penuh melayani penerbangan domestik dan internasional pada hari Minggu (29/10/2023).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas dua penerbangan perdana yaitu maskapai AirAsia rute Kertajati-Denpasar keberangkatan pukul 8.15 WIB, dan penerbangan maskapai Super Air Jet rute Kertajati-Medan keberangkatan pukul 8.30 WIB.

Baca Juga: PT Railink (KAI Bandara) Buka Loker untuk Posisi Supervisor IT dan IT Front-End Developer, Deadline 2 November

Budi mengatakan bahwa Bandara Kertajati memiliki infrastruktur yang cukup untuk melayani lebih beragam lagi penerbangan di Jawa Barat serta meningkatkan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Kita butuh runway yang lebih panjang dari Bandara Husein, supaya pesawat besar seperti Boeing 777 bisa mendarat sehingga penerbangan dari luar negeri baik dari Asia, Eropa, dan negara lainnya, bisa langsung mendarat di Jawa Barat. Maka itu penerbangan kita pindah ke Bandara Kertajati," ujar Menhub.

President Director AP II, Muhammad Awaluddin juga turut mengatakan, pertumbuhan lalu lintas penerbangan di Jawa Barat melalui Bandara Kertajati sangat dimungkinkan.

Baca Juga: Jasa Marga Sabet 3 Penghargaan di Ajang Keterbukaan Informasi Digital 5.0 KIP BUMN Awards 2023

“Bandara Husein Sastranegara memiliki runway berukuran sekitar 2.200 x 45 meter di mana ini tidak bisa melayani penerbangan pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Boeing 777 sehingga sulit untuk mengembangkan rute internasional jarak jauh atau long haul flight, ataupun optimalisasi destinasi rute domestik yang membutuhkan wide body,” jelas Muhammad Awaluddin.

“Sementara, Bandara Kertajati memiliki runway berdimensi 3.000 x 60 meter yang bisa melayani pesawat wide body. Infrastruktur di Bandara Kertajati ini dapat meningkatkan akses penerbangan bagi masyarakat Jawa Barat seperti untuk penerbangan langsung (direct flight) untuk umrah dan haji yang membutuhkan pesawat wide body,” tambahnya.

Ia juga menuturkan, AP II tengah mengupayakan peningkatan penerbangan umrah di Bandara Kertajati untuk memudahkan masyarakat Jawa Barat.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Paling Horor di Dunia, Berani Berkunjung?

“Jumlah jemaah umrah di Indonesia pada tahun ini mencapai sekitar 1,5 juta jemaah, dan sebanyak 60% atau sekitar 900.000 jemaah dilayani di bandara AP II. Sekitar 80% dari 900.000 jemaah itu dilayani di Bandara Soekarno-Hatta. Kami ingin agar sebagian bisa berpindah dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati,” jelas Muhammad Awaluddin.

Ia menambahkan, ”Kami mengupayakan agar 30% jemaah umrah di Bandara Soekarno-Hatta bisa berpindah ke Bandara Kertajati. Tentunya, jemaah umrah yang berasal dari Jawa Barat. Untuk kemudian, slot yang tersedia di Bandara Soekarno-Hatta bisa dikembangkan lagi untuk penerbangan internasional dan domestik.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: angkasapura2.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini