PT Jasamarga Jogja Solo Sukses Laksanakan Pengerjaan Erection Girder Underpass Ngasem Tol Jogja-Solo

Photo Author
Atikah IW, Kabar BUMN
- Kamis, 2 November 2023 | 09:30 WIB
PT Jasamarga Jogja Solo lakukan pengerjaan erection grinder proyek jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. (Dok. Jasa Marga)
PT Jasamarga Jogja Solo lakukan pengerjaan erection grinder proyek jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. (Dok. Jasa Marga)

Kabar BUMN - PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, melaksanakan pekerjaan Erection Girder (instalasi balok jembatan) Under Pass Ngasem (STA 0+500) yang nantinya menjadi jembatan pertama penghubung Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Trans-Jawa.

Kegiatan instalasi balok jembatan ini ditargetkan untuk dilaksanakan selama empat hari berturut-turut yaitu pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2023, pukul 22.00 s.d 04.00 WIB.

Direktur Utama PT JMJ Suchandra Hutabarat mengatakan Jembatan Ngasem merupakan titik awal dari Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo yang sekaligus menjadi penghubung jalan tol ini menuju Jalan Tol Trans-Jawa.

Baca Juga: BBM Non Subsidi Pertamina Turun Harga, Pengamat Ekonomi Sumut: Pertamina Lebih Kompetitif

“Jumlah balok jembatan yang akan diinstalasi adalah sebanyak 12 buah dengan berat 80 ton dan panjang 40,8 meter. Erection ini dilaksanakan pada bentang antara dua pilar jembatan (Pier) yang berlokasi diatas pertigaan exit tol Colomadu, setelah sebelumnya dilakukan pekerjaan stressing girder (balok jembatan) selama sepekan terakhir. Proses Erection Girder memiliki banyak aspek teknis yang perlu diperhatikan berdasarkan kriteria kualitas, waktu, biaya, metode dan resiko,” jelas Suchandra.

Selain itu, guna meminimalisir dampak terhadap lalu lintas di pertigaan Exit Tol Colomadu tersebut, PT JMJ bersama pihak Kepolisian memberlakukan rekayasa arus lalu lintas pada saat pelaksanaan pekerjaan erection girder, salah satunya yaitu untuk kendaraan dari dan menuju arah Tugu Kartasura atau arah Boyolali diimbau untuk mencari jalur alternatif melalui Jalan Sawit untuk keluar di Simpang Tiga Pengging, Simpang Tiga Randusari atau Simpang empat Tegal Wire.

Penerapan teknik dan pemenuhan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian utama PT JMJ.

Baca Juga: Melirik Keeksotisan Pantai Palahidu, Surga Tersembunyi di Wakatobi

Kondisi tanah dasar yang menjadi pijakan/tumpuan crane telah dipastikan kuat untuk menahan beban yang ada.

Demikian pula kondisi alat dan sarana penunjang lainnya serta petugas dan operator alat berat juga telah dipastikan berada dalam kondisi baik.

Koordinasi yang intens terus dilaksanakan selain rapat rutin menjelang pekerjaan antara PT JMJ dan stakeholder terkait yaitu pihak Kepolisian (Ditlantas Polda Jateng, Satlantas Boyolali, Satlantas Delanggu, Satlantas Kartasura, Satlantas Sukoharjo), Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola Jalan Tol Solo-Ngawi, Penyedia Jasa Konstruksi (kontraktor) untuk paket 1.1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan Konsultan Supervisi yang terlibat.

Suchandra juga menambahkan bahwa pengerjaan Erection Girder di Persimpangan Exit Tol Colomadu ini sesuai dengan target yaitu dilaksanakan sebelum libur panjang dalam rangka Hari Raya Natal 2023 & Tahun Baru 2024.

Baca Juga: Catatkan Peningkatan Pendapatan, SIG Raih Laba Rp1,71 Triliun

“Pelaksanaan Erection Girder di waktu yang tepat ini sangat diperlukan karena berpengaruh terhadap jadwal pengerjaan proyek lainnya yang juga harus diselesaikan tepat waktu. Proses pemasangan harus sesuai dengan syarat dan ketentuan K3, baik bagi pengguna jalan tol nantinya maupun para pekerja proyek. Sehingga harus diperhitungkan secara matang agar tidak terjadi kesalahan," tutupnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atikah IW

Tags

Artikel Terkait

Terkini