Padahal, kanker serviks termasuk penyakit silent killer yang gejalanya tidak terasa, terlebih saat masih stadium awal.
Hampir seluruh kasus kanker serviks (lebih dari 95%) disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) risiko tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty turut menyambut baik kit diagnostik kanker serviks dari Bio Farma ini.
“Dengan adanya metode yang lebih efektif dan nyaman ini, saya berharap masyarakat akan lebih sadar tentang bahayanya kanker serviks.
Baca Juga: Info Lowongan Magang di BUMN, Bio Farma Buka 20 Posisi, Pendaftaran Ditutup 2 Oktober 2023
"Masyarakat juga tidak perlu takut dan malu lagi untuk melakukan pemeriksaan karena metode yang digunakan adalah mengambil sampel urine,” ungkap Siti Maria.
Maria berharap kehadiran alat deteksi dini terhadap human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks dari Bio Farma ini akan mengurangi kendala untuk melakukan deteksi dini karena lebih praktis dan nyaman.***
Artikel Terkait
Info Lowongan Magang di BUMN, Bio Farma Buka 20 Posisi, Pendaftaran Ditutup 2 Oktober 2023
Lowongan Magang di Bio Farma, Ada 4 Posisi Bagi Mahasiswa S1-S2 Jurusan Tertentu dengan Deadline 6 Oktober
Komitmen Hasilkan Produk Halal: Bio Farma Raih Best Corporate Achievement on Halal Innovation
Peduli Satwa Terancam Punah, Bio Farma Lepasliarkan Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu
Bio Farma Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik “The Most Popular BUMN by Audience”