Kabar BUMN - Program Rail Clinic KAI kini kembali hadir setelah vakum akibat pandemi Covid-19. Bukan hanya sekadar program, Rail Clinic juga merupakan bagian dari komitmen sosial dan tanggung jawab lingkungan (TJSL) perusahaan terhadap masyarakat.
Salah satu hal yang membedakan program ini adalah penggunaan jalur kereta api sebagai sarana penyediaan pelayanan kesehatan dan sosial. Rail Clinic memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan canggih sebab mengandalkan generasi terbaru, yaitu generasi keempat.
Dalam satu rangkaian, terdapat kereta untuk pelayanan kesehatan serta kereta perpustakaan Rail Library, yang dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan yang berisi beragam buku, majalah, video, dan e-book, sehingga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat yang hadir.
Baca Juga: Dukung Green Tourism, PLN Siap Hadirkan Solusi Energi Bersih di Taman Wisata Candi
Adapun layanan kesehatan gratis yang disediakan mencakup pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan mata, pemeriksaan laboratorium, dan pelayanan farmasi.
Joni Martinus, Vice President of Public Relations KAI, menjelaskan bahwa selain layanan kesehatan, program Rail Clinic juga mencakup sejumlah kegiatan sosial lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Beberapa di antaranya adalah pemberian kacamata kepada siswa siswi sekolah dasar, pembagian sembako kepada masyarakat dalam penyelenggaraan tertentu, serta dukungan terhadap program pemerintah dalam pencegahan stunting. Seluruh kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan manfaat kepada masyarakat di daerah-daerah yang seringkali sulit diakses oleh fasilitas kesehatan konvensional," kata Joni.
Baca Juga: Hari Kesehatan Nasional 2023, Holding RS BUMN Lakukan Transformasi Ekosistem Digital
Pemilihan lokasi Rail Clinic dilakukan berdasarkan daerah-daerah yang sulit diakses oleh kendaraan bermotor. Dengan demikian, Rail Clinic dapat mencapai daerah terpencil yang seringkali kesulitan mendapatkan akses ke layanan kesehatan.
Dalam operasional Rail Clinic, sekitar 16 personil yang berasal dari berbagai bidang terlibat, dengan rincian satu orang masinis, satu orang asisten masinis, dua orang teknisi kereta api, satu orang kondektur, dua orang dokter umum, satu orang dokter obgyn, satu orang bidan, dua orang apoteker, satu orang pemeriksa mata, dua orang petugas laboratorium, dan dua orang petugas pendaftaran.
Mereka bekerja secara sinergis antara petugas operasional kereta api dan medis untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.
Baca Juga: Percepat Realisasi Impor, BULOG Perbanyak Destinasi Pelabuhan Penerima
Tahun 2023, bakti sosial Rail Clinic telah dijalankan sebanyak 13 kali di berbagai wilayah operasional KAI.
"Jumlah total kunjungan Rail Clinic mencapai 5.079 orang, yang terdiri dari 3.674 pasien yang mendapatkan pelayanan medis, 702 peserta edukasi kesehatan, dan 703 peserta edukasi Rail Library," ungkap Joni.
Artikel Terkait
Mulai Hari Ini PT KAI Gelar Promo Patriotrip dengan Diskon 25% untuk 29 Kereta Api, Simak Daftarnya!
KAI Masih Buka Challenge OOTD Naik Kereta Suite Class Compartment, Buruan Ikutan Biar Dapat Hadiah Eksklusif!
Cuma Sampai Besok, PT KAI Hadirkan Promo Patriotrip dengan Potongan 25% untuk Peringati Hari Pahlawan
Mantap Terapkan ESG, KAI Lakukan Berbagai Aksi Nyata untuk Ekosistem Transportasi Berkelanjutan
Digelar Besok, PT KAI Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S2 di Job Fair Universitas Gadjah Mada