Hal ini disebabkan dari beberapa faktor, seperti adanya pembuatan eco eduwisata, sehingga kedepannya akan meningkatkan nilai ekonomi melalui tiket masuk yang diperoleh.
Selain itu, mangrove di Sengkubang bisa memiliki manfaat sebagai tempat wisata, sekaligus sebagai tempat edukasi bagi siswa dan penelitian bagi mahasiswa.
“Seluruh program TJSL Askrindo di wilayah Desa Sengkubang ini berdampak positif dalam beberapa aspek, seperti mencegah terjadinya abrasi yang berkelanjutan, keberlanjutan kehidupan masyarakat Desa Sengkubang, peningkatan minat masyarakat untuk hadir dalam mendukung pariwisata mangrove baik dalam aspek edukasi dan ekowisata. Dukungan ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk mendorong dan memberdayakan UMKM agar dapat meningkatkan kesejahteraan,“ tutup Fankar.
Artikel Terkait
Belum Banyak yang Tahu, Ini Tradisi Unik Perayaan Natal di Indonesia
Luaskan Maslahat ke Seluruh Lapisan Masyarakat, BSI Resmikan Kantor Baru BSI Maslahat
Majukan UMKM Lewat Event UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, BRI Dapat Apresiasi Presiden Joko Widodo
Nyobain Cromboloni di Bandung, Bakery Ini Punya 40 Varian Sourdough Croissant, Harganya Mulai dari Rp20 Ribuan Aja
Terbaru! Kimia Farma Buka Lowongan Magang untuk 2 Posisi, Bagi Kamu Mahasiswa Aktif Bisa Ikut Program Magang Ini, Daftar Lewat Link Berikut