UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Direktur LPP-KKUM: Sinergi Bersama Diperlukan untuk Mendorong UMKM Go Global

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 26 Desember 2023 | 15:30 WIB
Ilustrasi. (bri.co.id)
Ilustrasi. (bri.co.id)

Kabar BUMNUMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR yang dibuka Presiden RI Joko Widodo pada Kamis (07/12) lalu telah berlangsung dengan lancar. Acara ini pun ditutup pada Minggu (10/12) oleh Direktur Utama BRI Sunarso.

Pada Jumat (08/12), Leonard Theosabrata, Presiden Direktur LPP-KUKM (SMESCO Indonesia), turut hadir dalam rangkaian kegiatan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023 dalam diskusi bertema “Ngobrol Pintar Brilianpreneur Eps.2.”

Leo Theosabrata dalam kesempatannya mengatakan bahwa masih terdapat banyak tantangan untuk membawa sektor UMKM, khususnya segmen mikro dan ultra mikro, go global.

Baca Juga: PT PAL Indonesia Pastikan Armada Kapal Niaga Siap Bertugas Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Ia melanjutkan, sinergi bersama antara sektor swasta dan pemerintah juga antar lembaga diperlukan untuk mendorong kapasitas UMKM sehingga berdaya saing tinggi dan mampu berkompetisi di panggung global.

Indonesia memiliki sekitar 65 juta UMKM yang didominasi oleh segmen mikro dan ultra mikro. Segmen mikro dan ultra mikro mendominasi dengan persentase 95,5%.

Adapun, segmen mikro dan ultra mikro masih memiliki kebutuhan yang mendasar untuk dapat berkembang dan menaikkan kelas usahanya, yakni daya tahan.

Baca Juga: Menepi Sejenak ke Tepikota, Tempat Makan Bergaya Rumah Nenek di Pinggiran Yogyakarta yang Sajikan Aneka Menu Nusantara Berbumbu Medhok

Kebutuhan untuk berdaya tahan tersebut mencakup supply yang baik, kestabilan harga, permintaan pasar yang stabil, juga pembiayaan yang murah dan mudah atau terjangkau.

Dengan kebutuhan yang berbeda, penanganan untuk segmen usaha mikro dan ultramikro pun berbeda dibandingkan dengan kelas usaha di atasnya, yakni usaha kecil dan menengah.

“Itu harus bareng-bareng. Itu, semua instansi harus melakukan dan memang sudah karena kan tanggungjawab untuk UMKM naik kelas ini kan tersebar di 22 kementerian dan instansi/lembaga. Begitu juga antara sektor swasta dan pemerintah. Memang sudah dilakukan, tapi perlu skala yang lebih besar,” ujar Leo.

Baca Juga: Optimis Jumlah Wisatawan Meningkat, The Nusa Dua Targetkan Okupansi Capai 73% Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Sementara itu, kata Leo, para pelaku usaha di level kecil dan menengah relatif lebih berdaya tahan, sehingga kebutuhannya pun berbeda. Oleh karena itu, penanganannya pun berbeda.

Jika penanganan segmen usaha mikro dan ultramikro lebih ke low touch untuk memenuhi kebutuhan mendasar mereka, yakni daya tahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini