ASEAN Cooperative Organization Tertarik Kembangkan Model Pemberdayaan Perempuan Mekaar Di Malaysia

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Kamis, 11 Januari 2024 | 14:00 WIB
ASEAN Cooperative Organization Tertarik Kembangkan Model Pemberdayaan Perempuan Mekaar Di Malaysia (Jennaira)
ASEAN Cooperative Organization Tertarik Kembangkan Model Pemberdayaan Perempuan Mekaar Di Malaysia (Jennaira)

 

Kabar BUMN - Diwakili oleh ANGKASA dan Koperasi Pembiayaan Syariah Angkasa Berhad (KOPSYA Angkasa) Malaysia, ASEAN Cooperative Organization (ACO) melakukan studi banding ke PNM pada Selasa, 9 Januari 2024.

ANGKASA merupakan wadah bagi berkumpulnya gerakan koperasi di Malaysia.
Sementara itu KOPSYA Angkasa adalah koperasi sekunder di Malaysia yang merupakan koperasi dengan peringkat 21 terbesar di Malaysia.

Tak hanya menjalin hubungan baik sebagai sesama penyalur pembiayan, kunjungan ini juga bertujuan berbagi insight terkait model bisnis group lending tanpa jaminan bagi perempuan prasejahtera yang telah sukses dijalankan oleh PNM.

Setidaknya 23 perwakilan delegasi dari Malaysia tertarik dengan program pembiayaan sekaligus pemberdayaan yang dilakukan oleh PNM.

Terlebih nasabah binaan PNM lewat program Mekaar seluruhnya merupakan perempuan.

Direktur Operasional, Digital, dan Teknologi Informasi PNM, Sunar Basuki, menjelaskan bahwa salah satu keunikan dari produk Mekaar adalah social re-engineering yang terjadi di ekosistem pembiayaan PNM.

Baca Juga: UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2023 Jadi Ajang Produk Minyak Telon Habbie Kenalkan Produk Andalan

“Bagaimana kelompok-kelompok itu kita doktrin untuk bisa menjalankan usaha dengan asas jujur disipilin kerja keras, agar secara kelompok maju bersama dan bisa masuk perbankan,” jelas Sunar.

Menjadi tujuan studi banding organisasi koperasi syariah Malaysia, PNM memiliki tujuan yang sama dengan koperasi yakni menciptakan kesejahteraan.

Kesejahteraan harus tercipta dari aktivitas bersama lewat berbagai program, salah satunya pemberdayaan yang PNM lakukan.
“Kebangkitan ekonomi masyarakat kelas bawah itu butuh pengembangan skill atau kompetensi di bidang usaha. Oleh karena itu kita gandengkan modal finansial dan pendampingan,” tambahnya.

Baca Juga: Astana Oetara, Museum Warisan KGPAA Mangkunegara VI di Surakarta

Pembiayaan di PNM Mekaar mengharuskan ibu-ibu membentuk kelompok di sekitar tempat tinggalnya dan berkumpul setiap minggu dalam PKM (Pertemuan Kelompok Mingguan).

Dalam PKM itu lah disampaikan literasi terkait usaha, keuangan dan digital dan pendampingan agar nasabah bisa naik kelas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jennaira

Sumber: pnm.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini